Senin, 15 Jun 2026 19:38 WIB

Miris, Bayi Umur 23 Bulan di Ponorogo Tertular HIV/AIDS

dr Wiwiek Widiyastutik
dr Wiwiek Widiyastutik

jatimnow.com - Penderita HIV/AIDS di Ponorogo tidak mengenal usia. Bahkan dari data di RSUD Dr. Hardjono, total pasien yang positif mengidap penyakit berbahaya itu mencapai 261 penderita pada dua tahun terakhir.

Bahkan, yang cukup mengejutkan, dari 261 orang tersebut, 1 diantaranya bayi yang masih berumur 23 bulan. "Dari ratusan itu, ada 1 bayi," kata dr Wiwiek Widiyastutik, salah satu dokter di Voluntary Consulting Testimoni (VCT) di RSUD dr Harjono, Kamis (30/8/2018).

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Menurutnya, bayi yang belum genap dua tahun itu tertular oleh ibunya. Hal itu tidak bisa dihindari, apalagi jika sang ibu tidak memeriksakan sedini mungkin.

Ia menjelaskan, pihaknya berusaha memutuskan mata rantai dengan jalan mendeteksi ibu hamil. ‘’Pada proses persalinan yang rentan tertular. Karena virus tersebut tidak dapat menembus placenta,’’ sambungnya.

Ia mengatakan, ibu bayi penderita HIV/AIDS yang mendapat antiretroviral (ARV) kurang dari enam bulan harus menjalani caesar saat melahirkan. Sementara ibu bayi yang mendapat ARV lebih dari enam bulan dibebaskan untuk memilih. ‘’Tapi dengan catatan tanpa indikasi caesar,’’ ungkapnya.

Dokter Wiwiek menjelaskan, virus mematikan itu dapat menular melalui air susu Ibu (ASI). Dia membeberkan prosentase penularan berkisar antara 5 hingga 15 persen. Oleh karena itu dia menyarankan bagi ibu penderita HIV/AIDS tidak memberikan ASI kepada bayinya.

‘’Untuk menanggalungi resiko penularan kepada si bayi. Termasuk ibu jabang bayi yang positif ini. Sudah saya larang juga," imbuhnya.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Indikasi ibu hamil positif HIV/AIDS dapat diketahui ketika menjalani pemeriksaan di puskesmas. Dari hasil pemeriksaan itulah dikirim ke RSUD setempat untuk selanjutnya dikirim ke Surabaya.

Hasilnya baru dapat diketahui setelah dua bulan. ‘’Kami harus menunggu dan apalagi tidak bisa seenaknya menjustice orang itu positif tanpa melalui pemeriksaan,’’ tandasnya.

Pihaknya menghimbau kepada seluruh warga untuk tidak segan memeriksakan secara dini. Upaya itu ditempuh untuk mencegah virus menyebar dan berkembang. Sebelum terlambat, lanjut dia, lebih baik memeriksakan diri.

Baca Juga: Jelang Ramadan Harga Bapokting di Ponorogo Terpantau Stabil

‘’Gak usah malu dan gak usah takut. Karena virus itu hanya dapat diperangi dengan ARV. Meskipun saat ini sayangnya belum ada obatnya,’’ pungkasnya.

Reporter: Mita Kusuma
Editor: Erwin Yohanes

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.