Minggu, 14 Jun 2026 19:22 WIB

Tolak Gugatan, Warga Eks Lokalisasi Dolly Ingin Jadi Tempat UKM

Demo yang digelar di Pengadilan Negeri Surabaya
Demo yang digelar di Pengadilan Negeri Surabaya

jatimnow.com - Aksi para warga Kupang-Putat Jaya di depan Pengadilan Negeri Surabaya menolak gugatan kelompok yang mengatasnamakan warga Dolly juga di dukung oleh pihak Ansor, Kamis (30/8/2018).

Kordinator Aksi, Kurnia Cahyanto menjelaskan bahwa warga Putat Jaya tidak pernah melakukan gugatan. Gugatan tersebut hanya ulah para segelintir orang yang mengatasnamakan warga.

Baca Juga: Surabaya Uji Coba Aplikasi Perlinsos, Pendataan Bansos 15 Menit Jadi

Ia mengatakan bahwa RT RW warga terdampak eks lokalisasi Dolly sudah sepakat untuk penutupan rumah musik itu.

Baca juga: Ansor Surabaya Tak Ingin Bibit Prostitusi di Dolly Muncul Lagi

"Saya sudah mengumpulkan tanda tangan dan stempel dari RT RW untuk menolak aksi gugatan yang mereka ajukan. Ini kebohongan besar, mereka hanya berharap rupiah. Mereka haus, yang mereka pikirkan hanya perutnya sendiri," jelas Kurnia.

Adanya gugatan mengenai perampasan hak ekonomi mereka menuntut Pemkot Surabaya, Kurnia menerangkan bahwa memang ada beberapa warga.

Tapi kebanyakan yang menuntut bukan warga Putat Jaya melainkan hanya sekumpulan orang yang memiliki kepentingan untuk membuka rumah musik lagi.

Baca Juga: Surabaya Jadi Percontohan Program Indonesia - UEA Cegah Sampah Plastik ke Laut

"Padahal mereka ini di lingkungan kampung. Bayangkan kalau di lingkungan kampung ada mushalla sampingnya ada tempat karaoke, gimana? Dulu kita mau banjarian susah harus ke yang jauh dari eks lokalisasi. Tapi sekarang sudah enak ada jadwalnya, jam 11 sudah bisa tidur nyenyak," tuturnya.

Kurnia juga menambahkan bahwa warga terdampak eks lokalisasi saat ini sudah memilili paguyuban UKM. Dalam paguyuban tersebut sudah banyak pelatihan membuat sandal, batik dan pengembangan lain.

"Kemarin kan mereka bilang nggak pernah disentuh oleh Pemkot, selama 4 tahun ini mereka kemana saja. Padahal Pemkot sudah menyentuh kita dengan baik. Kita juga gak menggugat orang-orang kemarin. Tetap kami anggap dulur. Kita ajak gabung ke batik sama sandal," lanjutnya.

Kurnia mengatakan jika gugatan tersebut (tuntutan Rp2,7 miliar ke pemkot) diterima, warga siap membuktikan kalau hal tersebut tidak benar. Pihaknya akan meminta kejelasan dibuat apa uang sebanyak itu dan dibuat perutnya siapa saja.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

"Harapan kita bagi Pemkot Surabaya, kemarin teman-teman sudah usul untuk membuka pasar wisata burung. Nanti perekonomian akan hidup di sana karena ada PKL, ada parkir, ada biaya kebersihan juga jadi income untuk RT dan RW," harapnya.

Reporter: Arry Saputra
Editor: Erwin Yohanes

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.