Sabtu, 20 Jun 2026 12:31 WIB

Hadiri Jambore Kader Posyandu Kabupaten Trenggalek, Ini Pesan Novita

Ketua TP PKK Trenggalek Novita Hardini saat bersama kader posyandu. (Foto: Dok Prokopim Trenggalek for jatimnow.com)
Ketua TP PKK Trenggalek Novita Hardini saat bersama kader posyandu. (Foto: Dok Prokopim Trenggalek for jatimnow.com)

jatimnow.com - Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek, Novita Hardini, menghadiri Jambore Kader Posyandu di Gedung Bawarasa.

Para Kader Posyandu dari setiap desa dikumpulkan untuk mendapatkan arahan dan sosialisasi terkait program posyandu terintegrasi. Mereka juga dilatih untuk menjadi kader yang militan dan siap mensukseskan semua program pemerintah.

Baca Juga: Bank Jatim Salurkan CSR ke Trenggalek Berupa Floor Projector Highlight

Dalam forum jambore ini, Novita berharap banyak terhadap para kader posyandu bisa menjadi mitra dan kepanjangan tangan pemerintah dalam mendampingi balita remaja dan sekitarnya.

Keberadaan para kader diharapkan mampu mengoptimalkan berbagai program prioritas yang diusung pemerintah.

Seperti program SMS Bu Novita yang merupakan akronim dari Sareng Masak Sama Bu Novita yang sekarang ini dikuatkan dengan adanya Program Dapur Cinta di setiap desa.

"Program ini lahir tentunya untuk mendukung upaya pemerintah dalam menangani permasalahan stunting maupun kemiskinan ekstrem yang menjadi konsen serius pemerintah saat ini," ujarnya, Kamis (12/10/2023).

Baca Juga: AceKid Masuk Indonesia, Usung Susu Formula dari Susu Segar

Untuk itu, dalam jambore kader tersebut, Ketua Tim Penggerak PKK itu berpesan banyak terhadap para kader posyandu. Di antara harus up to date, pelaporannya harus digital, tata administrasinya juga harus disiplin. Karena masalah kader itu yang utama adalah masalah administrasi.

"Mereka memang sudah bergerak ke rumah-rumah, akhirnya mereka kesusahan untuk melaporkan karena administrasinya belum disiplin. Jadi yang saya tekankan adalah ketertiban administrasi," tuturnya.

Dalam kegiatan ini, Novita juga mengingatkan untuk tidak mengkonsumsi gula berlebih. Konsumsi gula berlebih bisa beresiko penyakit degeneratif.

Baca Juga: JLS di Tulungagung Telah Rampung Pembangunannya, Tiga Kabupaten Sudah Terhubung

"Gula itu ternyata berbahaya bagi tubuh. Gula kalau mengendap di mata itu menjadi glukosa yang dapat mengganggu kesehatan mata. Bisa mengakibatkan gangguan pengelihatan, gloukoma, katarak bahkan mengalami kebutaan," pungkasnya.


Reporter : Bramanta Pamunkas
capt : Ketua TP PKK Trenggalek Novita Hardini saat bersama kader posyandu. Dok Prokopim Trenggalek

 

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.