Senin, 15 Jun 2026 18:25 WIB

Bencana Kekeringan di Trenggalek Meluas, 7.845 Warga Terdampak

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin saat memberangkatkan tanki suplai air bersih. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin saat memberangkatkan tanki suplai air bersih. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Bencana kekeringan di wilayah Kabupaten Trengalek terus meluas. Saat ini krisis air bersih hampir merata di semua kecamatan. Pihak Pemkab Trenggalek menetapkan status bencana kekeringan ini tanggap siaga darurat.

Droping air bersih terus dilakukan oleh BPBD Trenggalek ke wilayah yang terdampak bencana kekeringan. Selain itu, droping air bersih juga berkolaborasi dengan pengusaha melalui CSR bantuan air bersih.

Baca Juga: Bank Jatim Salurkan CSR ke Trenggalek Berupa Floor Projector Highlight

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin mengatakan, saat ini Pemkab Trenggalek terus melakukan droping air bersih hampir setiap hari. Langkah ini dilakukan sebagai upaya penanganan  bencana kekeringan pada jangka pendek.

"Kami juga menyiapkan skema penanganan jangka menengah. Saat ini kami sudah menyiapkan anggaran untuk membuat sumur bor dan saluran pipa air bersih di wilayah yang terdampak," ujarnya, Rabu (11/10/2023).

Arifin menjelaskan, rata-rata disetiap wilayah yang mengalami bencana kekeringan sudah memiliki sumur. Namun, karena kondisi air di permukaan tanah mengiring berdampak pada sumur warga.

"Sebenarnya masih ada air yang berada di bawah permukaan tanah. Maka air itu harus dipompa ke penampungan air," jelasnya.

Bencana kekeringan yang saat ini terjadi di Trenggalek lebih para jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Berdasarkan prakiraan BMKG, hujan akan mulai turun pada November mendatang.

Baca Juga: JLS di Tulungagung Telah Rampung Pembangunannya, Tiga Kabupaten Sudah Terhubung

"Pada 2016 silam kita pernah mengalami bencana kekeringan parah, yang sama pada tahun ini. Maka kita harus bisa bertahan hingga November depan berharap segera turun hujan," paparnya.

Sementara itu Kalaksa BPBD Trenggalek, Stefanus Triadi menambahkan, dari 14 kecamatan di Trenggalek, saat ini bencana kekeringan sudah melanda di 10 kecamatan. Dimana total desa yang terdampak bertambah menjadi 17 desa.

"Adapun jumlah warga yang terdampak bencana kekeringan mencapai 7.845 jiwa," imbuhnya.

Baca Juga: Puluhan Tandon Air Disiapkan BPBD Tulungagung Untuk Antisipasi Kekeringan

Saat ini bencana kekeringan di Trenggalek berstatus Tanggap Siaga Darurat. Disisi lain, saat ini total droping air yang telah tersalurkan mencapai 163 tangki.

"Kami terus melakukan droping air bersih kepada warga yang kesulitan mencukupi kebutuhan air bersih. Setiap hari ada 3 armada BPBD Trenggalek dan 4 armada PDAM yang mendroping air bersih," pungkasnya. 

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.