Rabu, 17 Jun 2026 20:56 WIB

Krisis Air Bersih, Warga Desa Mlinjon Prioritaskan Air untuk Memasak

Warga Desa Mlinjon saat mengambil air bersih. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Warga Desa Mlinjon saat mengambil air bersih. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Desa Mlinjon, Kecamatan Karangan, Kabupaten Trenggalek menjadi langganan bencana kekeringan setiap tahun.

Warga di desa tersebut selalu waspada saat musim kemarau tiba. Sumur dan sumber mata air yang selama ini diandalkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih mengering.

Baca Juga: Bank Jatim Salurkan CSR ke Trenggalek Berupa Floor Projector Highlight

Mereka kini hanya mengandalkan kiriman air bersih dari Pemkab setempat.

Salah seorang warga, Ranu mengatakan, sebelum musim kemarau mereka menggunakan sumber mata air yang ada di desa untuk kebutuhan sehari-hari. Beberapa warga menyalurkan air dengan selang dari sumber mata air ke dalam rumah.

Namun sejak bulan Agustus lalu, sumber tersebut debit airnya sudah berkurang banyak dan tidak bisa mencukupi kebutuhan warga.

"Musim kemarau panjang membuat sumber mata air dan sumur warga mengering. Kondisi ini sudah lama dirasakan oleh masyarakat," ungkapnya.

Baca Juga: JLS di Tulungagung Telah Rampung Pembangunannya, Tiga Kabupaten Sudah Terhubung

Desa ini merupakan wilayah perbukitan kapur. Tidak semua warga memiliki sumur untuk kebutuhan air bersih. Mayoritas warga mengandalkan air dari sumber mata air maupun sungai.

Saat ini warga hanya mengandalkan kiriman air bersih dari Pemkab Trenggalek. Jika air tersebut terlambat datang, mereka terpaksa berjalan kaki sejauh 5 kilometer untuk mengambil air di sungai.

"Kalau pengiriman terlambat, kami terpaksa mencari air di sungai yang jaraknya lima kilometer dari pemukiman dengan berjalan kaki," tuturnya.

Baca Juga: Penutupan Jalan Utama Tulungagung - Trenggalek Tertunda, Ini Alasannya

Saat ini warga memprioritaskan air bersih untuk keperluan memasak. Mereka baru menggunakannya untuk keperluan lain seperti mandi dan mencuci baju jika masih ada sisa air bersih.

Kebutuhan air bersih setiap warga desa tidak sama. Mereka berupaya menghemat air bersih agar tetap dapat memasak dan minum. Warga juga berharap hujan segera turun sehingga kebutuhan air bersih dapat tercukupi kembali.

"Saat ini prioritas air bersih untuk memasak, yang lain baru dilakukan jika ada sisa, pungkasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.