Selasa, 23 Jun 2026 09:23 WIB

Warga Dayukidul Bojonegoro Lewati Jalan Terjal Ratusan Meter untuk Bisa Mandi di Cublik

Potret kekeringan di Desa Dayukidul Kecamatan Kecamatan Kedungadem, Bojonegoro. Warga membuat kubangan cublik di kali untuk keperluan mandi dan mencuci. (Foto-foro: Misbahul Munir/jatimnow.com)
Potret kekeringan di Desa Dayukidul Kecamatan Kecamatan Kedungadem, Bojonegoro. Warga membuat kubangan cublik di kali untuk keperluan mandi dan mencuci. (Foto-foro: Misbahul Munir/jatimnow.com)

jatimnow.com - Kemarau panjang melanda Kabupaten Bojonegoro. Kekeringan pun terjadi di Desa Dayukidul, Kecamatan Kedungadem. Warga harus berjuang demi mendapatkan air bersih untuk bisa mandi.

Sumur-sumur warga sudah sepekan terakhir hanya sedikit mengeluarkan air bersih. Air itu hanya bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan minum dan memasak.

Baca Juga: Perkuat Pasokan Gas Nasional, PGN SOR III Kunjungi JTB Bojonegoro

Sementara untuk kebutuhan mandi dan mencuci mereka terpaksa membuat kubangan atau yang biasa disebut cublik di tengah kali yang berada lumayan jauh dari permukiman warga.

Warga setempat, Sarmini (62) mengungkapkan kondisi seperti ini dirasakan warga sejak dua bulan terakhir. Kekeringan tahun ini menjadi yang terparah dibanding tahun sebelumnya.

"Sumber sumure sampun cilik, nyumber banyune tapi sak itik, cukupe namung didamel masak, minum (kondisi sumber air sumur warga sudah mengecil. Ada sumber airnya tapi cuma sedikit, cukup untuk kebutuhan masak, minum)," ujar Mbah Sarmini, dijumpai jatimnow.com saat hendak pulang usai mandi dan mencuci baju di cublik.

Setiap hari Mbah Sarmini harus berjalan kurang lebih 200 meter untuk menuju lokasi sumber air cublik di kali yang dibuatnya. Terlihat kondisi air dari cublik atau kubangan itu cukup jernih. Sementara akses menuju lokasi cukup terjal.

Baca Juga: Tiar Karbala Resmikan Sumur Air Bersih untuk Korban Banjir Aceh

"Nate angsal bantuan air tapi tidak mesti, kadang diparingi kadang nggeh diweneho dusun sebelah. Nak dapat bantuan air niku nggeh disimpen damel masak. (Pernah dapat bantuan air, tapi tidak pasti, kadang diberi bantuan, terkadang bantuan air juga di berikan ke dusun sebelah yang juga sama-sama kekurangan air. Ya kalau dapat bantuan air di simpan buat masak," bebernya.

Salah satu warga Dusun Nglongok Desa Dayukidul, Fatihatun (25) mengungkapkan untuk menyiasati kebutuhan air untuk mandi, ia membuat sumur di dekat kali yang disedot menggunakan pompa air.

Baca Juga: Cuaca Probolinggo Panas dan Lembap, BPBD Ingatkan Dampak Kemarau Panjang

"Kalau saya, semenjak buat sumur di kali untuk kebutuhan air cukup. Untuk minum beli air isi ulang, secara umum masyarakat sini (Desa Dayukidol) memang kondisi di musim kemarau panjang seperti ini kekurangan air," Bebernya.

"Harapannya ya segera turun hujan, karena memang daerah sini itu perbukitan, jadi pertaniannya mengandalkan air hujan (sawah tadah hujan). Juga rutin dapat kiriman bantuan air bersih," tutupnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.