Minggu, 21 Jun 2026 03:02 WIB

Kekeringan di Trenggalek Bertambah 15 Desa, Ajukan Bantuan ke Gubernur Khofifah

Petugas saat mengirim air bersih. (Foto: BPBD Trenggalek)
Petugas saat mengirim air bersih. (Foto: BPBD Trenggalek)

jatimnow.com - Bencana kekeringan di Kabupaten Trenggalek meluas. Saat ini ada sebanyak 15 desa di 7 kecamatan yang kesulitan mendapatkan air bersih.

Kalaksa BPBD Trenggalek, Stefanus Triadi mengatakan, pada beberapa waktu lalu bencana kekeringan di Trenggalek melanda 9 desa di 6 kecamatan. Saat ini jumlahnya bertambah menjadi 15 desa di 7 kecamatan.

Baca Juga: Bank Jatim Salurkan CSR ke Trenggalek Berupa Floor Projector Highlight

"Paling banyak bencana kekeringan di Kecamatan Panggul. Dimana ada tiga desa yang saat ini mengalami bencana kekeringan yakni Desa Banjar, Ngrencak dan Besuki," ujarnya, Rabu (4/10/2023).

Dari 15 desa yang mengalami bencana kekeringan, terdapat 10 desa yang mengajukan surat permintaan droping air bersih kepada BPBD Trenggalek. Pihak BPBD sendiri melakukan droping air bersih sesuai permintaan.

"Masih ada 5 desa terdampak bencana kekeringan yang belum mengajukan permintaan air bersih," terangnya.

Baca Juga: JLS di Tulungagung Telah Rampung Pembangunannya, Tiga Kabupaten Sudah Terhubung

Triadi menjelaskan, distribusi air bersih ini dilakukan secara berkala sejak bulan September lalu. Pengiriman air bersih juga menyesuaikan armada serta jangkuan wilayah yang terdampak kekeringan.

"Jumlah armada untuk droping air bersih berjumlah 147 unit yang akan menyalurkan air ke desa yang terdampak bencana kekeringan," jelasnya.

Baca Juga: Puluhan Tandon Air Disiapkan BPBD Tulungagung Untuk Antisipasi Kekeringan

Terdapat perbedaan khusus untuk Kecamatan Panggul. Dimana sudah disiapkan armada yang stand by di lokasi tersebut. Mengingat lokasinya yang cukup jauh dan ada 400 keluarga yang terdampak bencana kekeringan.

"Kami sudah melaporkan bencana kekeringan ini kepada Gubernur Jatim. Agar bisa mendapatkan bantuan operasional droping air bersih," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.