Selasa, 23 Jun 2026 03:35 WIB

Bocah SD Terkena Tali Layang-layang di Ponorogo, Ketua Panitia Festival: Kami Tidak Lepas Tanggung Jawab

DS saat bermain di rumah dengan teman-temannya (Ahmad Fauzani/jatimnow.com)
DS saat bermain di rumah dengan teman-temannya (Ahmad Fauzani/jatimnow.com)

jatimnow.com - Panitia festival layang-layang buka suara perihal DS yang terluka akibat terkena benang layang-layang saat menonton festival 2 pekan lalu.

Bocak SD kelas 1 Ponorogo itu mengalami luka di hidung dan mata. Lantaran terkena benang layang-layang saat menonton Festival di lapangan Sirkuit Ban Bunder, Kelurahan Kadipaten, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo.

Baca Juga: Satu Abad Gontor: Wamenag Puji Peran Pesantren Cetak Generasi Mendunia

Warga Desa Japan, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo ini seketika dilarikan ke rumah sakit (RS). Sampai di rumah sakit, korban penuh luka. Bahkan muntah darah akibat terkena benang layang-layang.

“Kami sudah tanggung jawab. Tidak lepas tanggung jawab,” ujar Ketua Panitia Festival Layang-layang di Ponorogo, Bayu Mardianto, Selasa (3/10/2023).

Bayu mengaku tidak lepas tanggung jawab itu ditandakan dengan dirinya sudah ke rumah sakit umum daerah (RSUD) dr Harjono bersama panitia lainnya.

Pun keesokan harinya dia kembali ke RSUD dr Harjono. Dia menyatakan bahwa korban sudah tercover BPJS karena orang tuanya abdi negara.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

“Korban sudah tercover BPJS Kesehatan. Orang tuanya kan ASN. Jadi kami memberi sumbangan Rp 1 juta. Itu bentuk tanggung jawab kami,” kata Bayu kepada jatimnow.com

Menurutnya, antara pihak panitia dan korban telah dimediasi. Dia menginginkan untuk kasus ini diselesaikan secara kekeluargaan dulu.

“Kita ketemu, kekeluargaan dulu. Intinya besaran berapa dirapatkan dulu. Kami bertanggung jawab untuk korban,” pungkasnya,

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Sebelumnya, DS (7) siswa kelas 1 di Ponorogo terkena tali layang-layang saat melihat festival layang-layang di Sirkuit Ban Bunder, Kelurahan Kadipaten, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo 2 pekan lalu. Warga Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo, DS, pun harus dirawat di rumah sakit (RS) hingga menjalani operasi.

Saat ini, DS pun tidak bisa melihat secara sempurna seperti sedia kala. Hidungnya juga dioperasi oleh dokter Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Harjono Ponorogo. Kini DS hanya bisa bermain-main di rumah.

 

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.