Senin, 15 Jun 2026 04:24 WIB

Pemkot Batu Optimistis Penuhi Target 10 Juta Wisatawan Tahun 2023

Selecta, salah satu obyek wisata yang sering didatangi pengunjung. (Foto: Achmad Titan/jatimnow.com)
Selecta, salah satu obyek wisata yang sering didatangi pengunjung. (Foto: Achmad Titan/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pemkot Batu menargetkan ada 10 juta kunjungan wisatawan pada tahun 2023 ini. Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu mengaku optimistis meski tersisa tinggal 3 bulan lagi.

Kepala Disparta Kota Batu, Arief As Siddiq menjelaskan rasa optimistis itu cukup beralasan pasalnya menginjak bulan Oktober kunjungan wisata terus meningkat.

Baca Juga: Dihadiri Ribuan Pengunjung, Event Karnaval SCTV 2026 Berdampak ke UMKM Jember

"Karena itu saya sangat yakin dan optimis kunjungan wisata bisa mencapai target 10 juta wisatawan. Dan pada 1 Oktober kemarin sudah tercatat ada 7,4 juta kunjungan," ujarnya, Selasa (3/10/2023).

Mantan Kadis Lingkungan Hidup Kota Batu ini memprediksi puncaknya bakal terjadi pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2023. Belum lagi adanya diskon 22 persen di setiap hotel maupun resto 'Special Event' pada bulan Oktober untuk memperingati Hari Jadi ke-22 Kota Batu.

"Selain itu masih ada 40 kegiatan skala nasional dan internasional yang kita gelar sampai akhir tahun. Pastinya nanti mampu meningkatkan kunjungan wisata," tuturnya.

Baca Juga: Audit Sampah Ungkap Sachet Kuasai Limbah Rumah Tangga Batu

Sementara itu, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu, Sujud Hariyadi menjelaskan meski kunjungan wisata tidak terlalu signifikan seperti tahun sebelumnya pihaknya tetap merasa optimistis.

"Walaupun ada penurunan persentase kami harus optimis, semoga pada puncak kunjungan/okupansi nanti bisa maksimal. Biasanya puncak kunjungan terjadi pada bulan November dan Desember," katanya.

Baca Juga: Pemuda Mojokerto Lompat dari Jembatan Cangar Batu, Ini Dugaan Motifnya

Lanjut Sujud, memang pada Oktober ini tren peningkatan kunjungan sudah nampak walaupun tidak signifikan seperti tahun 2022. Misalnya tahun lalu peningkatan kunjungan pada bulan Oktober 50 persen, sekarang hanya 30 persen saja.

"Dugaan saya penyebab adanya penurunan yaitu dampak ekonomi seperti peningkatan kebutuhan barang pokok. Tentu itu memiliki efek domino dan berpengaruh pada tingkat kunjungan wisata," tegasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.