Kamis, 18 Jun 2026 13:53 WIB

9 Desa di 6 Kecamatan di Kabupaten Trenggalek Alami Kekeringan

Petugas saat mengirimkan bantuan air bersih. (Foto: Dok BPBD Trenggalek for jatimnow,con)
Petugas saat mengirimkan bantuan air bersih. (Foto: Dok BPBD Trenggalek for jatimnow,con)

jatimnow.com - Sebanyak 6 kecamatan di wilayah Kabupaten Trenggalek mengalami kekeringan. Sumber mata air yang biasa digunakan warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mengering karena cuaca kemarau.

Pihak Pemkab sendiri melakukan distribusi air bersih guna memenuhi kebutuhan warga. Selain itu, mereka juga memberikan tangki dan membuat tempat penampungan air bersih di beberapa titik.

Baca Juga: Bank Jatim Salurkan CSR ke Trenggalek Berupa Floor Projector Highlight

Plt Kepala Dinsos P3A Trenggalek, Ratna Sulistyowati mengatakan, berdasarkan data ada 9 desa di 6 kecamatan yang saat ini terdampak bencana kekeringan, yakni Kecamatan Suruh, Panggul, Dongko, Pule, Karangan dan Munjungan.

Dalam beberapa bulan terakhir ini, warga kesulitan mendapatkan pasokan air untuk kebutuhan sehari-hari. Pihak Pemkab berupaya melakukan penanganan dengan cara mendroping kebutuhan air bersih.

"Kemarin kami mendapatkan anggaran penanganan bencana kekeringan dari Kemensos, dengan melakukan droping air bersih," ujarnya, Sabtu (30/09/2023).

Agar droping air bersih dapat merata, BPBD Trenggalek dan Dinsos P3A Trenggalek membagi lokasi bantuan air bersih.

Adapun bantuan air bersih yang diberikan sebanyak 47 mobil tangki. Dimana setiap tangki berisikan 4.000 liter air bersih.

Baca Juga: JLS di Tulungagung Telah Rampung Pembangunannya, Tiga Kabupaten Sudah Terhubung

"Kami sudah droping air bersih sejak 11 September 2023 sebanyak 25 tangki air bersih. Selain itu juga memberikan 21 tandon air kepada masyarakat," paparnya.

Ratna menjelaskan, berdasarkan keterangan warga untuk satu tandon berisi air bersih dapat dikonsumsi selama tiga hari. Dimana air bersih digunakan warga untuk memenuhi kebutuhan dasar.

"Karena sumber mata air mengiring dan debit air sumur menurun drastis, warga hanya dapat berharap cepat turun hujan dan mengandalkan bantuan air bersih," jelasnya.

Baca Juga: Puluhan Tandon Air Disiapkan BPBD Tulungagung Untuk Antisipasi Kekeringan

Sementara itu, salah satu warga Desa Mlinjon, Ranu mengungkapkan bahwa kekeringan sudah terjadi sejak Agustus 2023.

Bencana ini terjadi akibat musim kemarau panjang yang terjadi.Dengan bantuan air yang diberikan, warga dapat memperoleh air untuk kebutuhan sehari-hari.

"Kalau pengiriman terlambat, kami terpaksa mencari air di sungai yang jaraknya lima kilometer dari pemukiman dengan berjalan kaki," pungkasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.