Rabu, 22 Jul 2026 20:52 WIB

Serangan Tawon Vespa Melonjak di Tulungagung, Waspada Lur!

Petugas saat mengevakuasi sarang tawon vespa di rumah warga. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Petugas saat mengevakuasi sarang tawon vespa di rumah warga. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Serangan tawon vespa mengalami tren peningkatan di Tulungagung.

Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan sering mendapatkan permintaan untuk mengevakuasi sarang tawon vespa di rumah warga. Diduga faktor iklim menyebabkan perkembangbiakan tawon vespa mengalami peningkatan.

Baca Juga: Dugaan Korupsi Kanjengan, Mantan Bupati Tulungagug Maryoto Diperiksa Kejaksaan

Kasi Operasional dan Pemadaman, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (PMKP) Tulungagung, Bambang Pidekso mengatakan, serangan tawon vespa masuk ke rumah warga di Tulungagung mengalami kenaikan.

Hal ini diketahui dari seringnya laporan masyarakat untuk mengevakuasi sarang tawon vespa yang berada di rumah.

"Selama tahun ini jumlah warga yang lapor untuk minta dievakuasi sarang tawon meningkat jika dibandingkan dengan tahun lalu," ujarnya, Kamis (28/09/2023).

Bambang menjelaskan, berdasarkan data pada 2022 lalu, evakuasi sarang tawon vespa yang dilakukan oleh petugas Dinas PMKP Tulungagung mencapai 205 kasus. Sedangkan pada 2023 laporan evakuasi sarang tawon vespa di pemukiman warga naik hingga 335 kasus.

Baca Juga: Sensus Ekonomi di Tulungagung Sudah Capai 45 Persen, Bulan Depan Rampung

"Pada 2023 ini angkanya sudah tinggi, padahal belum sampai akhir tahun. Kami memprediksi akan ada kenaikan serangan tawon vespa," tuturnya.

Berdasarkan inventarisasi kasus yang dilakukan, kebanyakan sarang tawon vespa ditemukan di atap rumah warga. Bahkan ada kasus ditemukannya sarang tawon vespa di sound sistem warga. Kenaikan kasus serangan tawon vespa di Tulungagung disebabkan oleh beberapa kemungkinan. Yakni, perubahan iklim dan proses kembang biak tawon vespa yang meningkat.

"Kalau soal habitat, kami kurang yakin. Tapi yang jelas perkembangan tawon vesapa meningkat," jelasnya.

Baca Juga: 88 Persen SD di Tulungagung Gagal Penuhi Pagu Saat SPMB

Tawon vespa akan sangat membahayakan jika menyengat orang. Sengatan tawon vespa dapat menyebabkan kelumpuhan hingga meninggal dunia.

"Untungnya warga cepat melaporkan ke petugas, sehingga kami bisa segera evakuasi. Bahkan petugas kami juga pernah ada yang tumbang akibat sengatan tawon vespa," pungkasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.