Minggu, 21 Jun 2026 13:42 WIB

Bawaslu Lamongan Ajak Masyarakat Lawan Politik SARA dan Hoax Jelang Pemilu 2024

Bawaslu Lamongan saat menggelar sosialisasi pengawasan pemilu partisipatif. (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Bawaslu Lamongan saat menggelar sosialisasi pengawasan pemilu partisipatif. (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Lamongan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut serta mensukseskan jalannya Pemilu 2024 mendatang.

Bawaslu menyikapi dua hal yang kerap menjadi momok dan malapetaka terjadinya perpecahan masyarakat, diantaranya politisasi SARA (suku, agama, ras, dan antargolongan) dan berita hoax.

Baca Juga: Perkuat Pasokan Gas Nasional, PGN SOR III Kunjungi JTB Bojonegoro

Ketua Bawaslu Lamongan, Toni menyampaikan politik SARA dan berita hoax tersebut dapat memicu terjadinya perpecahan. Dari situ pihaknya mengajak masyarakat mengantisipasi hal tersebut.

"Ada sejumlah data yang perlu kita ungkap dari data terakhir dimana 140 juta lebih masyarakat Indonesia tercatat sebagai pengguna FB, kemudian 50 juta lebih pengguna Twitter, yang 40 juta lebih itu pengguna Instagram," beber Toni, Rabu (27/9/2023).

Baca Juga: Hari ke 4 Lebaran, Jalur Babat–Bojonegoro Macet di Simpul Tugu Wingko

Dari data tersebut maka warga cenderung mudah terprovokasi. Sehingga Toni menyimpulkan, bahwa Medsos ini bagaikan pisau bermata dua yang bersifat bebas nilai.

"Ternyata media sosial menjadi pisau bermata dua dimana satu sisi bisa menjadi medium namun disisi yang lain bisa berkembang terhadap kampanye jahat. Tentu ini bisa berbahaya di media sosial terutama yang WhatsApp (WA), lah itu bisa menjadi pisau bermata dua," beber Toni.

Baca Juga: Terungkap, Ini Biang Kerok Kelangkaan Gas LPG 3 Kg di Bojonegoro

Dalam kegiatan yang dihadiri seluruh elemen masyarakat antara lain, LSM, Organisasi Mahasiswa, Organisasi Kepemudaan, dan pers tersebut menghadirkan narasumber Dr. Munif asal Bojonegoro.

"Hari ini kita hadirkan narasumber dalam rangka menyikapi dari pada politisasi sara. Maka kita hadirkan Dr. Munif asal Bojonegoro yang saya anggap mampu penyampaian bagaimana berbahayanya politisasi sara dan berita hoax," tutupnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.