Minggu, 21 Jun 2026 01:56 WIB

Cari Strategi Datangkan Pembeli, Mas Ipin Gelar Rapat di Pasar Pon Trenggalek

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin saat menggelar rapat di Pasar Pon. (Foto: Dok Prokopim Trenggalek for jatimnow.com)
Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin saat menggelar rapat di Pasar Pon. (Foto: Dok Prokopim Trenggalek for jatimnow.com)

jatimnow.com - Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin menggelar rapat di Pasar Pon Trenggalek. Rapat ini digelar untuk menindaklanjuti pedagang yang mengeluhkan sepi pembeli.

Dalam rapat tersebut juga dibahas wacana Pasar Tumpah untuk meramaikan kembali pasar ini. Sejumlah pedagang juga dilibatkan dalam rapat itu untuk menyampaikan usulannya.

Baca Juga: Bank Jatim Salurkan CSR ke Trenggalek Berupa Floor Projector Highlight

Bupati yang akrab disapa Mas Ipin ini berharap, instansi terkait dapat mengenali berbagai masalah yang menyebabkan pasar ini sepi serta menampung saran masukan untuk mencari jalan solusi permasalahan tersebut.

Banyak saran masukan dari berbagai pihak untuk meramaikan pasar ini, salah satunya mengenai parkir berbayar yang dinilai membuat pembeli enggan masuk pasar. Minimnya akses masuk ke pasar juga dievaluasi.

Pedagang minta ada akses keluar masuk dari segala arah seperti konsep Pasar Pon dahulu. Di luar itu, permintaan penggabungan kembali Pasar Pon dan Pasar Basah menjadi satu menjadi usulan utama untuk meramaikan kembali Pasar Pon.

Dengan terpisahnya pasar kering dan basah ini, bagi para pedagang, menjadikan pasar ini serasa tidak lengkap, ditambah banyak kios yang tutup sehingga pasar ini terlihat semakin sepi.

Baca Juga: JLS di Tulungagung Telah Rampung Pembangunannya, Tiga Kabupaten Sudah Terhubung

"Ini masih ikhtiar yang dalam jangka waktu pendek kita bersepakat menggelar apa yang namanya Pasar Pon Tumpah si setiap hari Jumat, Sabtu dan Minggu," ujar Mas Ipin, Senin (25/09/2023).

Penggabungan pasar basah dan kering bukan berarti tidak terkendala. Karena jumlah kios di pasar basah lebih dari 400 kios menjadikan penataan ulang bila kedua pasar ini nantinya digabungkan. Untuk itu sebelum menginjak kepada penggabungan dicari dulu solusi solusi terbaik. Paguyuban pedagang juga meminta waktu untuk membicarakan ini secara internal, sebelum solusi lanjut nanti diambil.

"Diskusinya harus melibatkan semua paguyuban. Karena itu nanti berkonsekuensi penataan ulang pasar," lanjut Mas Ipin.

Baca Juga: Penutupan Jalan Utama Tulungagung - Trenggalek Tertunda, Ini Alasannya

Menurut Mas Ipin, investasi di Trenggalek kini sudah meningkat sudah melampaui target. Nilai investasi tersebut hampir mencapai Rp450 miliar.

Hal ini menandakan bahwa adanya pergerakan ekonomi. Namun wajah ekonomi yang berupa pasar ini belum semua tempat, memperlihatkan kondisi yang baik, yang ramai dikunjungi warga.

"Ini yang saat ini kita coba pulihkan," pungkasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.