Rabu, 22 Jul 2026 07:29 WIB

Cerita Minto asal Tulungagung Tembus Pasar Internasional Lewat Ikan Mas Koki

Minto di depan akuarium ikan mas koki miliknya. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Minto di depan akuarium ikan mas koki miliknya. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Minto (46),warga Desa Wajak Lor, Kecamatan Boyolangu, Tulungagung, sukses membudidayakan ikan mas koki. Bahkan kini hasil budidayanya sudah tembus ke pasar mancanegara.

Ikan Mas Koki sendiri menjadi ikon di Tulungagung. Sejak tahun lalu, sejumlah peternak telah mengekspor ikan tersebut ke beberapa negara.

Baca Juga: Dugaan Korupsi Kanjengan, Mantan Bupati Tulungagug Maryoto Diperiksa Kejaksaan

Sejak 1986, Minto telah memutuskan meneruskan budidaya ikan koki milik ayahnya. Jatuh bangun dalam bisnis ini sudah dirasakan olehnya.

Bahkan pada 2008, Minto pernah mengalami kerugian hingga ratusan juta. Kerugian itu dialami karena ikan miliknya tidak dibayar oleh pembeli.

"Pernah rugi banyak saya. Dulu ada orang minta kirim ikan koki. Setalah saya kirim, ternyata saat ditagih, orang itu tidak mau membayar," ujarnya, Minggu (24/09/2023)

Dari pengalamannya ini, akhirnya budidaya ikan mas koki miliknya membuahkan hasil. Saat ini pasokan ikan mas koki miliknya sudah masuk ke semua daerah di Indonesia. Bahkan sudah tembus ke pasar eksportir.

Baca Juga: Sensus Ekonomi di Tulungagung Sudah Capai 45 Persen, Bulan Depan Rampung

"Kalau ekspor, ikan koki disini sudah masuk ke Australia, Inggris dan Jepang. Kini mau coba masuk ke Afrika dan Kanada," jelasnya.

Ada empat jenis ikan mas koki yang dibudidayakan oleh Minto. Diantaranya jenis riyukin, rancu, oranda dan demekin. Rata-rata tiap bulan Minto dapat mengirim ikan mas koki mencapai 40.000 ekor.

"Kami jual dengan usia yang berbeda. Koki dua bulan kami jual dengan harga Rp 1.500 per ekor. Untuk usia koki empat bulan kami jual Rp 10.000 per ekor," paparnya.

Baca Juga: 88 Persen SD di Tulungagung Gagal Penuhi Pagu Saat SPMB

Dibandingkan dengan jenis ikan hias lainya, ikan yang memiliki nama latin Carassius auratus ini tergolong mudah dalam perawatannya. Namun pada saat pancaroba seringkali petani mengalami banyak kematian pada ikan koki.

"Ketika pancaroba banyak ikan koki yang mati karena sakit. Dan saat ini obatnya juga belum ada. Antisipasi yang dilakukan adalah menurunkan debit air dan mengurangi makan," pungkasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.