Selasa, 16 Jun 2026 12:58 WIB

3 Balita di Ponorogo Terkena Air Panas, Orang Tua Abai?

Kantor Dinsos P3A Ponorogo. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)
Kantor Dinsos P3A Ponorogo. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)

jatimnow.com - Ramadani Pelangi Qurani (3,5) dari Desa Pulosari, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo saat ini masih dirawat akibat tercebur kuah sayur panas. Kejadian serupa bukan yang pertama di Bumi Reog.

Beberapa tahun terakhir ada tiga kasus serupa yang disebabkan oleh kelalaian pengawasan anak-anak.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Ponorogo, Supriyadi, mengungkapkan bahwa selama masa jabatannya telah terjadi tiga kasus serupa.

“Tahun 2019 itu 2 kali dengan jarak berdekatan. Lalu sekali ya ini adik Ramadani,” ujar Supriyadi, Sabtu (23/9/2023).

Kasus pertama adalah balita Arif Nur Hasan dari Desa Sidoharjo, yang terkena air panas pada tahun 2019. Tragisnya bayi berusia 17 bulan itu meninggal dunia setelah dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Harjono.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Kasus kedua dialami oleh Maftuh Ahnan, balita berusia 15 bulan, yang juga dirawat di RSUD dr Harjono setelah terkena tumpahan air panas pada tahun yang sama.

Luka bakarnya tidak sebesar kasus pertama, hanya persen. Tetapi tetap mengkhawatirkan. Katena Maftuh juga harus mendapatkan perawatan di RSUD dr Harjono Ponorogo.

Kasus terbaru adalah Ramadani Pelangi Qurani, yang tercemplung kuah sayur panas pada September 2023. Ramadani mengalami luka bakar yang cukup serius, mencakup sekitar 50 persen dari tubuhnya.

Baca Juga: Jelang Ramadan Harga Bapokting di Ponorogo Terpantau Stabil

Supriyadi mengingatkan orang tua dan pengasuh untuk lebih berhati-hati dan waspada, terutama ketika merawat anak-anak kecil. Balita tidak selalu menyadari bahaya yang mungkin mengancam mereka, sehingga pengawasan yang baik sangat penting.

"Ketiga kasus tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat Ponorogo tentang pentingnya keamanan dan pengawasan anak-anak saat berada di sekitar benda-benda berbahaya, seperti air panas," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.