Minggu, 14 Jun 2026 15:05 WIB

Mencicipi Melon Hidroponik Budidaya Petani Kediri, Lebih Manis dan Crunchy

Noni memamerkan buah melon produksi Omah Melon Pule Indah. (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)
Noni memamerkan buah melon produksi Omah Melon Pule Indah. (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)

jatimnow.com - Petani di Kediri sukses mengembangkan melon dengan sistem hidroponik. Tak hanya lebih manis, beberapa jenis buah di antaranya memiliki tekstur yang crunchy.

Adalah Omah Melon Pule Indah, green house di Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri yang setahun terakhir terus mengembangkan melon dengan sistem hidroponik ini.

Baca Juga: Ponpes Al Falah Kediri Ditetapkan Tuan Rumah Munas Alim Ulama dan Konbes NU

Menggunakan lahan tak terpakai, Noni dan suaminya, Rustam, menanam berbagai macam jenis melon di 4 green house berukuran 12x22 meter tersebut.

Noni memiliki melon jenis Golden Luna, Golden Langkawi, Golden Devina, Pearl Lady, Sweet D-165, Honey White, Sweetnet yang tampak berbeda dengan melon hamparan atau tanam konvensional.

Seperti jenis Golden Luna, Golden Langkawi dan Golden Devina, dari luar kulit terlihat berwarna kuning cerah. Untuk Pearl Lady, Sweet D-165 dan Honey White berwarna putih tanpa tekstur, seperti melon yang akrab kita lihat di pasaran.

“Yang jelas ini lebih manis dibanding tanam hamparan. Khusus untuk Golden Luna dan Golden Langkawi ini lebih crunchy, renyah. Meski terlihat di dalamnya ada warna putih yang lebih tebal di bawah ya, itu tidak apa-apa dimakan, manis juga,” kata Noni, Sabtu (23/9/2023).

Selain lebih manis dan crunchy, Noni memastikan melon hasil tanam hidroponik ini lebih sehat dan aman karena bebas bahan kimia.

Baca Juga: Diminati Karena Kualitas, Selada Hidroponik Lapas Lamongan Suplai Dapur MBG

Green house Omah Melon Pule Indah, menurut Noni menggunakan sistem 100 persen hidroponik. Dia menggunakan sistem NFT, salah satu teknik hidroponik dimana akar tanaman tumbuh pada lapisan nutrisi dangkal dan tersirkulasi, sehingga tanaman dapat memperoleh cukup air, nutrisi dan oksigen.

Selain lebih simpel, keuntungan menggunakan sistem hidroponik NFT antara lain, kebutuhan air dapat tercukupi. Sehingga buah tumbuh subur. Tidak juga seperti konvensional yang membutuhkan tenaga lebih banyak.

“Dulu awal kita tanam buahnya kecil, kemudian kita berusaha terus, upgrade terus sampai sekarang alhamdulillah 1 buah bisa 1 kilogram lebih,” jelas Noni.

Sempat terkendala pemasaran, kini Noni bahkan harus menolak pembelian karena terbatasnya jumlah produksi. Melon ini memiliki usia 65 hari, 1 green house dia hanya mampu memanen 678 melon. Karena 1 pohon hanya bisa menghasilkan 1 buah.

Baca Juga: Razia Gabungan di Lapas Kediri, Petugas Amankan Barang Terlarang

“Dulu sempat bingung, panen banyak tapi mau memasarkan dimana, terus saya tawarkan dari kontak di Whatsapp saya saja, terus temen-temen kerja dulu. Sekarang panen langsung habis. Orang dateng beli langsung banyak,” kisah Noni.

Untuk menjaga jarak panen agar tidak terlalu lama, Noni menerapkan tanam bergantian. Dia tidak langsung menanam di 4 green house yang ia miliki. Namun, Noni dan suami masih berkeinginan bisa mengembangkan melon hidroponik ini untuk memenuhi permintaan pasar yang tinggi.

“Sebenarnya lahan ada tapi memang biaya green house ini tidak murah. Ada keinginan kesana (menambah), karena memang saya belum sempat memasarkan ke supermarket misalnya itu sudah habis di rumah,” terangnya.

Untuk harga, melon dibanderol Rp27.000 per kilogram. Untuk jenis Sweetnet Rp30.000 per kilogram. Untuk pembelian, masyarakat bisa langsung ke Omah Melon Pule Indah.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.