Selasa, 16 Jun 2026 18:01 WIB

Kekeringan di Ponorogo Meluas, 4 Dusun Meminta Bantuan Air Bersih dari BPBD

Kepala Pelaksana BPBD Ponorogo, Masun (Ahmad Fauzani/jatimnow.com)
Kepala Pelaksana BPBD Ponorogo, Masun (Ahmad Fauzani/jatimnow.com)

jatimnow.com - Kekeringan di Kabupaten Ponorogo semakin meluas. Awalnya, hanya satu dusun yang meminta bantuan air bersih kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo, tetapi sekarang jumlahnya telah bertambah menjadi empat dusun.

Kepala Pelaksana BPBD Ponorogo, Masun, mengungkapkan bahwa penambahan wilayah kekeringan ini terjadi setelah tim BPBD Ponorogo melakukan penilaian dan assessment.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

“Hasilnya, menunjukkan bahwa pada pertengahan September, empat dusun membutuhkan bantuan air bersih,” ujar Masun, Jumat (22/9/2023).

Dusun pertama yang meminta bantuan air bersih adalah Dusun Jenggring, Desa Duri, Kecamatan Slahung. Kemudian, permintaan bantuan juga datang dari Dusun Krajan, Desa Wates, Kecamatan Slahung, Dusun Sukun, Desa Sidoharjo, Kecamatan Pulung, dan terakhir dari Dusun Dungus, Desa Karangpatihan, Kecamatan Pulung.

“Intensitas pengiriman air bersih bervariasi tergantung pada kebutuhan masing-masing dusun. Beberapa dusun menerima pengiriman air dua kali seminggu, sedangkan yang lain hanya satu kali,” katanya.

Baca Juga: Puluhan Tandon Air Disiapkan BPBD Tulungagung Untuk Antisipasi Kekeringan

Sebagai contoh, Dusun Sukun, Desa Sidoharjo, dan Dusun Krajan, Desa Wates menerima pengiriman air sebanyak dua kali dalam seminggu, dengan total 12 ribu liter air yang disalurkan setiap minggunya.

Sementara itu, Dusun Dungus, Desa Karangpatihan, Kecamatan Pulung, hanya menerima satu pengiriman air dalam seminggu, karena di sana sudah ada Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) yang sedikit mengurangi kebutuhan warga.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

“Total warga yang terdampak kekeringan di empat dusun ini mencapai 1061 orang. Kekeringan ini mulai melanda Kabupaten Ponorogo pada awal Agustus 2023 akibat kemarau panjang yang berhubungan dengan fenomena El Niño,” tegasnya.

Meskipun Kabupaten Ponorogo telah menghadapi kekeringan serupa pada tahun 2019, upaya penanggulangan yang baik melalui program Pamsimas telah membantu mengatasi masalah tersebut.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.