Selasa, 16 Jun 2026 00:47 WIB

Novita Hardini Minta Pendidik PAUD Jaga Komitmen Berikan Layanan Pendidikan Optimal

Bunda PAUD Trenggalek, Novita Hardini saat mengharidi HUT HIMPAUDI. (Foto: Prokopim Trenggalek)
Bunda PAUD Trenggalek, Novita Hardini saat mengharidi HUT HIMPAUDI. (Foto: Prokopim Trenggalek)

jatimnow.com - Bunda PAUD Kabupaten Trenggalek, Novita Hardini, berharap pendidik PAUD bisa menjaga komitmen memberikan layanan pendidikan yang optimal. Hal ini diungkapkan saat menghadiri HUT ke-18 Perhimpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi).

Pentingnya pendidikan anak usia dini sebagai pondasi bagi setiap anak dalam proses tumbuh kembang tentunya menjadi perhatian serius bagi pegiat perempuan dan anak tersebut untuk terus didorong agar maju berkembang.

Baca Juga: Bank Jatim Salurkan CSR ke Trenggalek Berupa Floor Projector Highlight

"HUT Himpaudi ke-18 tahun merupakan semangat baru yang harus kita tandai setiap tahun. Membangkitkan dan melahirkan semangat baru dan keyakinan bahwa, seluruh anggota Himpaudi harus menjaga komitmen memberikan layanan pendidikan yang optimal dan berkualitas untuk anak-anak didik," ujar Novita, Rabu(20/9/2023).

Saat ini pemerintah sedang menggalakan kampanye transisi PAUD ke SD yant menyenangkan. Dalam proses tersebut anak-anak harus bahagia.

Baca Juga: JLS di Tulungagung Telah Rampung Pembangunannya, Tiga Kabupaten Sudah Terhubung

"Anak harus bahagia, anak harus hidup 100�n yang paling penting menitik beratkan kepada pendidikan karakter. Untuk bisa punya pemahaman yang sama antar semua guru yang ada di masing-masing lembaga. Karena tidak hanya Himpaudi namun juga ada IGTKI, PGRI dan sebagainya maka kita harus bisa memahami apa yang menjadi kebutuhan para guru," tuturnya.

Meurut Novta, saat ini Presiden Joko Widodo tengah mempersiapkan infrastruktur yang luar biasa untuk Indonesia maju. Tentunya perlu upaya untuk menyambutnya dengan menyiapkan generasi kita sejak dini.

Baca Juga: Penutupan Jalan Utama Tulungagung - Trenggalek Tertunda, Ini Alasannya

"Kalau semua infrastruktur sudah dipersiapkan oleh bapak Presiden Joko Widodo, maka mau tidak mau kita sebagai penggunanya harus bisa skill up. Harus bisa melampaui dari apa yang menjadi zona nyaman. Kalau kita mau bertumbuh kita harus berani untuk tidak nyaman. Tidak nyamannya untuk belajar untuk tidak menjadi mental blok. Mental blok disini kebiasaan yang sudah terbangun cukup lama, kadang untuk merubah itu susah. Maka dari itu sumberdaya manusia ini adalah kunci agar Indonesia ini siap menjadi negara maju," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.