Kamis, 18 Jun 2026 02:45 WIB

Banyak Kios di Pasar Pon Tutup Digempur Online Shop, Ini Solusi Diskomindag Trenggalek

Kondisi Pasar Pon Trenggalek. (Foto-foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Kondisi Pasar Pon Trenggalek. (Foto-foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Usai diresmikan pada 2020 silam, Pasar Pon Trenggalek belum mampu mendongkrak kunjungan masyarakat. Banyak pedagang mengeluh sepi dari pembeli, bahkan beberapa kios ditutup oleh pemiliknya.

Beralihnya konsumen belanja secar online menjadi salah satu penyebab sepinya pasar pon ini.

Baca Juga: Bank Jatim Salurkan CSR ke Trenggalek Berupa Floor Projector Highlight

Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskomindag) Kabupaten Trenggalek, Saniran mengatakan, di Pasar Pon Trenggalek terdapat 479 kios dan 231 los. Semua kios dan los sebenarnya sudah terisi, namun banyak pedagang yang memilih tutup.

"Semua kios dan los sudah ada yang menempati, tapi belum semua didayagunakan secara optimal oleh pedagang," ujarnya, Kamis (21/09/2023).

Dari hasil survei kepada beberapa pedagang Pasar Pon Trenggalek, kios dan los yang tutup disebabkan karena sepi pembeli. Diperkirakan karena biaya operasional tidak seimbang dengan pendapatan penjualan.

Baca Juga: JLS di Tulungagung Telah Rampung Pembangunannya, Tiga Kabupaten Sudah Terhubung

Selain itu sepinya pembeli di Pasar Pon Trenggalek juga disebabkan menjamurnya online shop. Banyak masyarakat saat ini yang lebih membeli barang melalui internet.

"Persaingan dengan online shop juga dirasakan oleh pasar lainnya. Akibatnya pembeli di pasar menurun," tuturnya.

Baca Juga: Penutupan Jalan Utama Tulungagung - Trenggalek Tertunda, Ini Alasannya

Saniran menjelaskan, pihaknya berencana akan memberikan pelatihan pemasaran digital kepada pedagang di Pasar Pon Trenggalek. Tujuanya, para pedagang bisa menjemput bola dan tidak hanya menunggu pembeli secara offline.

"Kami berencana mengajak pedagang untuk memanfaatkan pemasaran secara digital," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.