Sabtu, 20 Jun 2026 05:44 WIB

3 Hari Tak Berdaya Bersama Jasad Ibu, Pria di Kediri Ikut Meninggal

Polisi di rumah duka ibu dan anak di Kota Kediri. (Foto: Polsek Pesantren/jatimnow.com)
Polisi di rumah duka ibu dan anak di Kota Kediri. (Foto: Polsek Pesantren/jatimnow.com)

jatimnow.com - Kondisi mengenaskan dialami ibu dan anak di Kelurahan Singonegaran, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri. Mereka ditemukan meninggal di dalam rumahnya.

Sang ibu, Utami Sri Rahayu (60), meninggal lebih dulu. Dia diperkirakan sudah tidak bernyawa sejak 3 hari lalu. Jasadnya membusuk dan tergeletak di lantai.

Baca Juga: Ponpes Al Falah Kediri Ditetapkan Tuan Rumah Munas Alim Ulama dan Konbes NU

Sementara sang anak, Arif Budiman (45), meninggal, pada Rabu (20/9/2023) siang. Arif meninggal diduga karena kelaparan. Almarhum diketahui sebagai penyandang disabilitas. Tanpa ibunya, Arif tidak dapat melakukan aktivitas apapun.

Kematian Utami tidak diketahui oleh siapapun. Warga sekitar baru mengetahuinya setelah tercium bau busuk dari dalam rumah.

Kapolsek Pesantren Kompol Sugianto mengatakan, jenazah Utami ditemukan pertama kali oleh Sunarti (50), tetangganya. Sunarti dan menantunya, Maskurun Ainin Aniyah, sempat mencium aroma busuk.

Keduanya kemudian mencari sumber bau itu. Untuk memastikan bau tersebut, Sunarti dan Maskurun berusaha mendobrak pintu rumah Utami karena tidak ada respon saat dipanggil.

Baca Juga: Razia Gabungan di Lapas Kediri, Petugas Amankan Barang Terlarang

"Pada saat pintu berhasil dibuka kemudian tercium bau busuk dan korban Utami diketahui sudah meninggal dunia dengan posisi terlentang di bawah lantai dalam kondisi sudah membusuk," kata Sugianto.

Sedangkan Arif Budiman ditemukan tergeletak di atas ranjang dalam keadaan kritis karena tidak makan selama 3 hari. Warga kemudian berusaha memberikan pertolongan.

“Anaknya berada di atas ranjang dalam kondisi kritis karena tidak makan selama tiga hari. Setelah berusaha diselamatkan dengan dikeluarkan dari kamar oleh nakes, BKTM dan Babinsa selanjutnya diketahui sekitar 10 menit kemudian anaknya juga meninggal dunia,” tambahnya.

Baca Juga: Khofifah Komitmen Jatim Garda Terdepan Penguatan Industri Gula Nasional

Berdasarkan penyelidikan Polsek Pesantren, Utami memiliki riwayat penyakit asam lambung dan vertigo. Dia tinggal bersama anaknya, Arif Budiman yang menderita diabetes. Korban dikenal rutin bersepada untuk olahraga. Namun, dua hari terakhir rumahnya tertutup rapat.

Sunarti, tetangganya memanggil-manggil korban dari luar. Tapi tidak pernah ada jawaban. Hingga akhirnya saksi memanggil menantunya untuk membuka paksa pintu rumah korban.

“Dari hasil pemeriksaan Tim Inafis Polres Kediri Kota tidak ditemukan bekas luka dan tanda bekas penganiayaan atau kekerasan,” tandasnya.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.