Senin, 22 Jun 2026 03:03 WIB

Warga Sumuragung Bojonegoro Desak Pemdes Tutup Tambang PT Wira Bhumi Sejati

Situasi mediasi warga Desa Sumuragung Kecamatan Baureno dengan Pemdes (Foto: Misbahul Munir/jatimnow.com).
Situasi mediasi warga Desa Sumuragung Kecamatan Baureno dengan Pemdes (Foto: Misbahul Munir/jatimnow.com).

jatimnow.com - Polemik tambang batu gamping di Desa Sumuragung, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro yang dikelola oleh PT Wira Bhumi Sejati (WBS), terus berlanjut.

Sejumlah warga kembali datangi Kantor Kepala Desa setempat mendesak agar pemerintah desa mengupayakan untuk menutup tambang, pada Senin (18/9/2023) malam.

Baca Juga: Perkuat Pasokan Gas Nasional, PGN SOR III Kunjungi JTB Bojonegoro

Warga beramai-ramai mendatangi kantor desa, sejumlah aparat keamanan dari polisi dan TNI nampak berjaga mengamankan jalannya mediasi antara warga dengan pemerintah desa.

Mediasi antara warga dan Pemdes Sumuragung sempat memanas lantaran karena pemdes tidak bisa memfasilitasi untuk menghentikan aktivitas tambang. Warga menuntut pemdes bertanggung jawab karena diduga memberikan rekomendasi untuk perpanjangan izin tambang.

Salah satu warga, Haji Affandi mengatakan, warga Sumuragung tegas meminta pemdes bertanggung jawab menutup tambang tersebut.

Menurutnya, pada saat PT WBS masuk di Sumuragung, pemdes juga ikut andil dalam memfasilitasi akses kendaraan truk untuk mengangkut hasil tambang.

"Pemdes waktu itu membantu pihak dari PT untuk membujuk warga agar menyewakan tanah milik lima warga sebagai akses jalan truk untuk mengangkut hasil tambang dengan nilai sewa Rp9 juta," katanya.

Baca Juga: Hari ke 4 Lebaran, Jalur Babat–Bojonegoro Macet di Simpul Tugu Wingko

"Artinya sudah jelas pemdes memberikan lampu hijau saat PT WBS masuk, namun tanpa memperhatikan masyarakat ke depannya. Sehingga saat ini warga bergejolak ingin segera menutup tambang kapur tersebut," sambungnya.

Harusnya, lanjut Afandi, bila dulu pemdes bisa memberi akses dan memfasilitasi pihak PT WBS, maka hari ini juga harus mengupayakan agar izin perpanjangan tambang untuk tidak dilanjutkan

"Tambang harus ditutup, itu permintaan masyarakat sini. Warga Desa Sumuragung semakin bergejolak karena ada jalan desa yang hilang. Jadi Pemdes Sumuragung harus bertanggungjawab, bila bisa memberikan lampu hijau (memfasilitasi) kenapa hari ini tidak bisa memberi lampu merah (menghentikan) proses tambang," tandasnya.

Sementara itu, Kades Sumuragung Matasim tak banyak bicara saat warga memenuhi kantor desa. Karena saat akan bicara selalu dipotong warga karena penyampaiannya kurang jelas.

Baca Juga: Terungkap, Ini Biang Kerok Kelangkaan Gas LPG 3 Kg di Bojonegoro

"Saya hanya menjembatani. Karena untuk penutupan tambang kapur bukan kewenangan pemdes, kemarin kita dari pihak Pemerintah Dasa juga sudah mengupayakan untuk datang ke kantor yang ada di Surabaya, namun hasilnya, kita tidak berwenang untuk menghentikan aktifitas tambang, itu di luar kewenangan kami. Kita juga sudah bersurat ke Pemkab agar di tindak lanjuti, " ucapnya di tengah aksi protes warga.

Konflik tambang batu gamping antara PT WBS dengan warga semakin tidak ada titik temu. Buntutnya tiga warga Desa Sumuragung, yakni Akhmad Imron, Isbandi, dan Parnodi pidanakan karena diduga menjadi provokasi menghalangi usaha pertambangan.

Proses hukum ketiganya kini sampai penyampaian eksepsi. Namun, sayangnya eksepsi dari tiga terdakwa tersebut di tolak oleh majlis hakim Pengadilan Negeri Bojonegoro pada Kamis (14/9/2023).

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.