Kamis, 18 Jun 2026 20:09 WIB

225 Pasangan Akan Menikah Massal di Surabaya, Peserta Didominasi Kecamatan Ini

Ilustrasi nikah massal. (Ilustrasi/jatimnow.com)
Ilustrasi nikah massal. (Ilustrasi/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Kementerian Agama (Kemenag), dan Pengadilan Agama akan melangsungkan Isbat Nikah Massal di Ballroom The Empire Palace Surabaya, pada 19 September 2023. Nikah Massal ini akan diikuti oleh 225 pasangan.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Surabaya, Eddy Christijanto mengungkapkan, kegiatan ini menggandeng pengusaha jasa pernikahan di Kota Pahlawan.

Baca Juga: Surabaya Uji Coba Aplikasi Perlinsos, Pendataan Bansos 15 Menit Jadi

Fokus dari agenda nikah massal kali ini, lanjut Eddy, adalah untuk mengesahkan pernikahan para pengantin yang belum tercatat di kewarganegaraan, alias nikah siri (sah secara agam).

"Kami ingin mengedukasi masyarakat bahwa ketika melangsungkan pernikahan harus secara sah menurut agama dan negara," kata Eddy, Jumat (15/9/2023).

Baca Juga: Surabaya Jadi Percontohan Program Indonesia - UEA Cegah Sampah Plastik ke Laut

Eddy menjelaskan, pelaksanaan Isbat Nikah Massal adalah menikahkan para pasangan dengan dua kategori. Yakni, 217 pasangan isbat nikah, serta 8 pasangan baru yang akan menikah.

Pemkot Surabaya akan membantu dalam pengurusan buku nikah, perubahan dokumen kependudukan, dan menerbitkan dokumen resmi kependudukan bagi anak-anak hingga cucu para pasangan tersebut.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Peserta yang telah mendaftar pun bermacam-macam. Ada yang berusia 77 tahun, dikaruniai 11 cucu dari empat anaknya. Pendaftar didominasi Kecamatan Semampir sebanyak 31 pasangan, 20 pasangan dari Kecamatan Asemrowo, dan 15 pasangan dari Kecamatan Bubutan.

"Target kami di tahun depan adalah 500 pasangan dengan harapan didominasi oleh para pengantin baru. Jadi tidak hanya pasangan yang sudah berumur," kata Eddy.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.