Kamis, 18 Jun 2026 01:43 WIB

Ratusan Ekor Tukik Dilepas di Pantai Taman Kili-Kili Trenggalek

Tukik-tukik yang dilepas di Pantau Taman Kili-KIli (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Tukik-tukik yang dilepas di Pantau Taman Kili-KIli (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Ratusan ekor tukik di Konservasi Penyu Pantai Taman Kili-Kili, Desa Wonocoyo, Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek dilepaskan kembali ke alam. Jenis tukik yang dilepaskan ini adalah penyu abu-abu.

Ketua Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Konservasi Penyu Taman Kili-Kili, Ari Gunawan mengatakan, sepanjang 2023 tercatat sudah ada 74 ekor indukan penyu yang mendarat di Pantai Taman Kili-Kili. Jumlah tersebut terus mengalami peningkatan jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Baca Juga: Bank Jatim Salurkan CSR ke Trenggalek Berupa Floor Projector Highlight

"Tahun lalu indukan penyu yang mendarat mencapai 57 ekor," ujarnya, Rabu (13/9/2023).

Dari 74 ekor indukan yang mendarat di Pantai Taman Kili-Kili, mereka telah bertelur sebanyak 6.054 butir. Telur tersebut lalu diambil oleh petugas untuk ditetaskan. Terdapat 4.150 buti telur yang sudah menetas.

"Untuk tukik yang sudah dilepaskan ke alam mencapai 3.215 ekor. Dan pada kali ini ada tambahan 500 ekor tukik yang telah dilepaskan ke alam," jelasnya.

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin saat melepas tukik ke laut. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin saat melepas tukik ke laut. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

Baca Juga: JLS di Tulungagung Telah Rampung Pembangunannya, Tiga Kabupaten Sudah Terhubung

Sementara itu, Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin menambahkan, pelapasan ratusan tukik di Pantai Taman Kili-Kili ini dikemas dalam bentuk Festival Ucul-Uculan. Kegiatan ini juga melibatkan anak-anak PAUD dan TK untuk edukasi terhadap satwa dan ekosistem yang harus dijaga.

"Setelah telur menetas, tukik harus segera dilepas. Karena jika tidak segera dilepaskan akan menghilanhkan insting alaminya," imbuhnya.

Bupati yang biasa disapa Mas Ipin ini mengungkapkan bahwa Konservasi Penyu Taman Kili-Kili Trenggalek ini masuk dalam Program Kampung Iklim (Proklim) kategori lestari. Bahkan wilayah ini juga masuk dalam Kawasan Ekosistem Esensial (KEE).
"Maka dari itu kami dan DLH Provinsi Jatim berencana akan membuat sabuk hijau untuk mencegah terjadinya abrasi atau tsunami di kawasan ini," pungkasnya.

Baca Juga: Penutupan Jalan Utama Tulungagung - Trenggalek Tertunda, Ini Alasannya

 

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin saat melepas tukik ke laut. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.