Rabu, 22 Jul 2026 15:49 WIB

UIN Tulungagung Minta Pemerintah Perhatikan Kesejahteraan Jupel

Sejumlah Jupel saat mendapatkan penghargaan dalam Prajnaparamitha award. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Sejumlah Jupel saat mendapatkan penghargaan dalam Prajnaparamitha award. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung memberikan penghargaan kepada sejumlah Juru Pelihara (Jupel) candi dan situs, di wilayah eks Karisidenan Kediri.

Melalui ajang Prajnaparamitha Award 2023, mereka berkomitmen menghargai yang telah dilakukan oleh para Jupel ini.

Baca Juga: Dugaan Korupsi Kanjengan, Mantan Bupati Tulungagug Maryoto Diperiksa Kejaksaan

Dalam kegiatan tersebut, mereka juga meminta pemerintah untuk membantu meningkatkan kesejahteraan para Jupel.

Saat ini, setiap bulan Jupel tersebut hanya mendapatkan gaji antara Rp750 ribu hingga Rp1 juta saja.

Rektor UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Maftukhin mengatakan pemajuan kebudayaan sebagaimana amanat UU No. 5 tahun 2017 tidak mungkin bisa dilepaskan dari peran para pemangku dan pemaju kebudayaan.

Salah satu pemangku kebudayaan yang sangat mengakar kiprahnya dalam kultur masyarakat adalah para juru pelihara atau juru kunci.

"Mereka selama ini telah menunjukan konsisten dalam menjaga kebudayaan serta menjadi ujung tombak dalam pemajuan kebudayaan," ujarnya, Sabtu (02/09/2023).

Baca Juga: Sensus Ekonomi di Tulungagung Sudah Capai 45 Persen, Bulan Depan Rampung

Selama ini Jupel tersebut mendapatkan gaji yang sangat kurang. Beberapa diantaranya memang sudah diangkat menjadi ASN, namun jumlahnya masih sangat kecil.

Para jupel tersebut saat ini mendapatkan gaji berkisar Rp 750 ribu hingga Rp 1 juta per bulan. Nominal tersebut dirasa masih sangat kecil untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Untuk itu kita memperjuangkan agar para Jupel juga mendapatkan tambahan gaji karena mereka merupakan garda terdepan dalam pelestarian kebudayaan," tuturnya.

Baca Juga: 88 Persen SD di Tulungagung Gagal Penuhi Pagu Saat SPMB

Sementara itu Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jawa Timur, Endah Budi Heryani menerangkan total Jupel yang menjadi berada di bawah mereka seskitar 350 jupel.

Terdapat juga para jupel yang berada di bawah Dinas Kebudayaan provinsi dan Pemkab setempat. BPK sendiri berkomitmen untuk ikut membantu mengangkat kesejahteraan para Jupel ini.

"Target kita gaji mereka minimal setara dengan UMR setiap bulannya," pungkasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.