Kamis, 18 Jun 2026 23:08 WIB

Dipertahankan Ponorogo Upayakan Keseimbangan Harga dan Mutu Produksi Beras

Petani di Ponorogo sedang melakukan tanam padi di sawah (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)
Petani di Ponorogo sedang melakukan tanam padi di sawah (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)

jatimnow.com - Harga beras di Ponorogo telah mengalami kenaikan yang cukup mencolok belakangan ini, mencapai kenaikan sebesar Rp 100 per hari.

Sementara Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dipertahankan) menyatakan bahwa produksi padi dalam jumlah besar telah meningkat.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Kepala Dipertahankan Ponorogo, Masun, menyampaikan bahwa produksi padi dalam kurun Januari hingga Juli 2022 mencapai angka 319 ribu ton.

“2023 ini dari Januari hingga Juli naik 2000 ton dari tahun sebelumnya. Penambahan produksi ini diiringi dengan peningkatan luas panen dari 52,6 hektar menjadi 54,4 hektar,” ujar Masun, Rabu (30/8/2023).

Dia mengklaim, walaupun saat ini musim kering (MK) tidak menjadikan produksi padi merosot. Dampak dari puncak kering yang terjadi pada September hingga awal Oktober biasanya akan dirasakan tiga bulan kemudian.

“Sejauh ini belum terjadi masalah kekeringan dalam tiga bulan terakhir,” kata Masun kepada jatimnow.com.

Baca Juga: Puluhan Tandon Air Disiapkan BPBD Tulungagung Untuk Antisipasi Kekeringan

Dipertahankan telah mengambil tindakan antisipatif dengan mengikutsertakan daerah mereka dalam Gerakan Nasional Penanaman sebagai antisipasi terhadap fenomena El Nino, seperti yang diamanatkan oleh Kementerian Pertanian.

Masun juga menyoroti upaya mereka untuk menggenjot produksi padi dengan memaksimalkan lahan pertanian. Ada 3 ribu hektar lahan yang dipaksa ditanami padi dalam kurun 1 Agustus hingga 30 September, dan hasil panen dari upaya ini akan dinilai pada akhir tahun.

Ketika ditanya mengenai paradoks kenaikan harga beras walaupun produksi meningkat, Masun menjelaskan bahwa kualitas mutu beras musim kering cenderung lebih baik dibandingkan dengan musim hujan.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

“Kondisi ini berdampak pada harga yang lebih tinggi, karena ketersediaan beras di pasaran tidak sebanyak saat panen raya musim hujan,” pungkasnya.

Situasi harga beras yang naik di Ponorogo menjadi refleksi dinamika antara peningkatan produksi padi dan faktor-faktor lain seperti kualitas mutu dan ketersediaan di pasaran.

Dipertahankan terus berupaya untuk menjaga keseimbangan antara produksi dan harga beras demi menjaga ketahanan pangan di wilayah tersebut.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.