Sabtu, 20 Jun 2026 22:07 WIB

Petani Bawang Merah Bojonegoro Gigit Jari, Harga Anjlok Imbas Panen Raya di Nganjuk

Solikan saat menyemprotkan obat pertanian pada tanaman bawang merah di lahan miliknya. (Foto: Misbahul Munir/jatimnow.com)
Solikan saat menyemprotkan obat pertanian pada tanaman bawang merah di lahan miliknya. (Foto: Misbahul Munir/jatimnow.com)

jatimnow.com - Petani bawang merah di Kabupaten Bojonegoro gigit jari lantaran harga bawang terus turun jelang masa panen. Turunnya harga bawang itu diduga imbas dari panen raya di Kabupaten.

Hal itu diungkapkan oleh Solikan (58) salah satu petani bawang merah asal Desa Sendang Agung Kecamatan Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro. Ia menyebut saat ini harga bawang merah di tingkat petani berkisar Rp11.000 - Rp12000 per kilogram.

Baca Juga: Perkuat Pasokan Gas Nasional, PGN SOR III Kunjungi JTB Bojonegoro

"Informasinya sekarang di Nganjuk lagi panen raya, harganya sekarang anjlok sekitar Rp11000 sampai Rp12000 per kilogram, di sana (Nganjuk) saja cuma segitu harganya. Daerah sekitarnya juga kena imbas," ujarnya pada jatimnow.com, Sabtu (26/8/2023).

Harga jual yang murah tersebut membuat Solikan hanya bisa gigit jari sambil mengatur siasat agar tidak merugi. Jika masa panen nanti harga masih anjlok, maka ia berencana akan menjual bawang merah untuk bibit hingga dijual keliling.

"Sekarang harga bawang merah penjual keliling cuma Rp13.000 sampai Rp15.000 ribu, mestinya harga kulakan dari petani jauh di bawahnya, kan rugi kita (petani)," jelasnya.

Baca Juga: Hari ke 4 Lebaran, Jalur Babat–Bojonegoro Macet di Simpul Tugu Wingko

"Bayangkan mas, untuk keperluan bibitnya saja satu kuintal (100 kilogram) keluar uang sekitar Rp5 juta, belum termasuk pupuk, obat pertanian, pompa air, tenanga perawatan belum di hitung," sambungnya.

Lebih lanjut, Solikan mengungkapkan bahwa pada musim ini para petani bawang merah terancam yang merugi karena jebloknya harga. Keadaan ini berbanding terbalik dengan musim sebelumnya yang selalu mendapat untung meski hasil panen kurang begitu bagus.

Baca Juga: Terungkap, Ini Biang Kerok Kelangkaan Gas LPG 3 Kg di Bojonegoro

"Biasanya kalau harga stabil per kilogramnya minim masih Rp18.000 paling mahal kemarin Rp25.000. Kalau dijual untuk bibit bisa Rp35.000 sampai Rp50,000 paling mahal," pungkasnya.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.