Senin, 22 Jun 2026 05:54 WIB

Penari Kontemporer Kediri Bawakan Kisah Panji di MAP Festival Malaysia

Sukardi dan Ratungga Ayu Trisnasari berlatih sebelum tampil di MAP Festival. (Foto: Bangsal JE for jatimnow.com)
Sukardi dan Ratungga Ayu Trisnasari berlatih sebelum tampil di MAP Festival. (Foto: Bangsal JE for jatimnow.com)

jatimnow.com - Dua penari kontemporer dari Kabupaten Kediri bakal tampil di ajang Melaka Art Performance (MAP) Festival di Malaysia. Penari dari komunitas Bangsal Je dan Suryo Budoyo Kediri itu akan menyuguhkan kisah Panji berjudul Tundung dan Njelmo pada 25-27 Agustus 2023 mendatang.

Adalah Sukardi dan Ratungga Ayu Trisnasari yang siap unjuk gigi di ajang MAP Festival di Malaysia tersebut. Mereka akan tampil bersama para seniman dari Australia, Jepang, Norwegia, Prancis, Kolombia, China, dan India. Termasuk dari seniman dari Indonesia lainnya.

Baca Juga: Ponpes Al Falah Kediri Ditetapkan Tuan Rumah Munas Alim Ulama dan Konbes NU

Sukardi, seniman Ketoprak Suryo Budoyo mengatakan bahwa penampilannya di MAP Festival ini akan membawakan sekuel kisah Panji saat Panji mencintai perempuan lain, yakni Lukitosari.

"Panji meminta persetujuan dari Sekartaji agar dapat menyunting perempuan ini. Ia mendapatkan persetujuan akan tetapi Lukitosari meminta susuk konde dari Sekartaji. Sebagai simbol pengikat pernikahan antara Panji Inu Kertapati dengan Lukitosari," terang pria yang akrab disapa Pak Koyek ini, pada Rabu (23/8/2023).

Lanjut, bahwa Sekartaji melaporkan permintaan Lukitosari itu kepada Panji. Sekartaji yang menolak permintaan Lukitosari membuat Panji naik pitam. Hingga menundung atau mengusir Sekartaji dari singgasana. Namun, tindakan itu membuat Panji menyesal dan meminta Sekartaji untuk kembali ke pelukannya.

"Cuplikannya tentang kisah cinta Panji dan Sekartaji, jadi nanti kami akan tampilkan di sana,” terang Pak Koyek.

Baca Juga: Razia Gabungan di Lapas Kediri, Petugas Amankan Barang Terlarang

Kenapa kisah Panji? Menurut Pak Koyek, cerita ini sudah dinikmati di berbagai negara dengan berbagai varian seni. Apalagi, Panji juga dinobatkan sebagai Memory of the World (MOW) oleh Unesco pada 2018 silam.

Ia berharap penampilannya di Melaka dapat membawa nama baik Indonesia, khususnya Kabupaten Kediri yang mempunyai branding Kediri Berbudaya.

Di sisi lain, Ahmad Ikhwan Susilo, manajer talent dari Bangsal JE menerangkan bahwa undangan dari MAP Festival kepada seniman Kediri merupakan kesempatan istimewa. Karena, dapat mengangkat seni tradisi Kabupaten Kediri di kancah Internasional.

Baca Juga: Khofifah Komitmen Jatim Garda Terdepan Penguatan Industri Gula Nasional

“Dan sebagai upaya mengembangkan seni tradisi itu sendiri sesuai laju perubahan tanpa menghilangkan identitasnya,” tandas Ikhwan.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.