Selasa, 16 Jun 2026 19:29 WIB

Warung Makan di Kediri Sambat Harga Beras Naik, Pembeli Turun

Aga di warungnya Manalagi, Jalan Panglima Polim Kota Kediri. (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)
Aga di warungnya Manalagi, Jalan Panglima Polim Kota Kediri. (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)

jatimnow.com - Warung-warung di Kota Kediri sambat harga beras yang naik dalam sepekan terakhir. Kondisi ini masih diperparah dengan penjualan mereka yang turun.

Salah satunya dirasakan oleh Ardya Garini (35) pemilik warung makan Manalagi di Jalan Panglima Polim Kota Kediri. Menurut Aga, seminggu terakhir harga beras sudah naik empat kali.

Baca Juga: Ponpes Al Falah Kediri Ditetapkan Tuan Rumah Munas Alim Ulama dan Konbes NU

Aga mengaku biasanya menggunakan beras merk Bubur Ayam. Dari Rp59.000 per 5 Kg, kini menjadi Rp63.000. Merk lain, Koi Hijau menurutnya juga terus naik kini menjadi Rp68.000 per 5 Kg.

“Seminggu sudah naik empat kali. Koi Hijau itu sebelumnya Rp63.000 per 5 Kg,” keluh Aga, pada Rabu (23/8/2023).

Kalau pun terpaksa beralih ke beras sejuta umat jenis 64, kini harganya pun sudah naik. Jika sebelumnya Rp11.000 per Kg, kini menurut Aga sudah di angka Rp12.500.

Selain beras, harga kebutuhan lainnya juga masih tinggi. Ayam tetap di harga Rp35.000 per Kg bersama cabai rawit Rp48.000 per Kg sejak lebaran Idul Adha kemarin. Sementara gula pelan-pelan naik kini di harga Rp13.500.

Baca Juga: Razia Gabungan di Lapas Kediri, Petugas Amankan Barang Terlarang

“Bahkan kentang itu lho dulu Rp8.000-10.000 kini Rp15.000 per Kg padahal kecil-kecil,” keluhnya lagi.

Kondisi ini diperparah dengan omzet penjualan yang menurun hingga 50 persen. Tidak ingin terus merugi dia mengurangi jumlah sekali masak, dari 7 Kg kini hanya 4 Kg.

“Kita mau naikkin harga juga tidak mungkin, karena segini saja sudah sepi. Habis-habis Covid-19 aja nggak separah ini lho,” jelas Aga.

Baca Juga: Khofifah Komitmen Jatim Garda Terdepan Penguatan Industri Gula Nasional

Aga tidak terlalu paham dengan kondisi ini, sebab menurut dia musim hajatan telah berakhir. Pun saat dia bertanya pada penjual di pasar, tak ada jawaban dari mereka.

"Padahal musim hajatan juga sudah selesai, masih aja tinggi, malah naik juga,” tandas Aga.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.