Kamis, 18 Jun 2026 22:59 WIB

Kasus Penjarahan Bawang Merah pada Kirab Grebeg Tutup Suro di Ponorogo Berakhir Damai

Suyanto telah berdamai dengan warga dan pihak Grebeg Tutup Suro(Foto: Disbudparpora for jatimnow.com)
Suyanto telah berdamai dengan warga dan pihak Grebeg Tutup Suro(Foto: Disbudparpora for jatimnow.com)

jatimnow.com - Kejadian viral penjarahan bawang merah yang terjadi pada kirab Grebeg Tutup Suro di Ponorogo akhirnya berakhir damai.

Warga yang terlibat dalam penjarahan tersebut telah mendapatkan maaf sopir bawang merah. Bahkan pihak yang dirugikan menolak menerima ganti rugi baik dari panitia maupun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Pihak yang dirugikan itu bernama Suyanto dari Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Dia memutuskan untuk memaafkan dan tidak meminta ganti kerugian meskipun telah dirugikan sekitar Rp4 juta.

"Semoga ikhlasnya Pak Suyanto membawa berkah," ujar Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, Sabtu (19/8/2023).

Ketika ditanya tentang insiden tersebut, Bupati Sugiri Sancoko menjelaskan bahwa Suyanto sedang dalam perjalanan membawa bawang merah dari Kabupaten Nganjuk ke Wonogiri, dan tanpa sengaja melewati rombongan kirab Grebeg Tutup Suro yang dipimpin oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Kemudian terjadi peristiwa penjarahan yang viral dalam video di media sosial. Sekelompok warga mengambil bawang merah dari mobil pickup Suyanto.

Meskipun insiden ini menimbulkan kontroversi di kalangan netizen, Suyanto mengambil sikap penuh keikhlasan dan tidak ingin menuntut ganti rugi atas kejadian tersebut.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Suyanto mengakui bahwa dia ikhlas dengan apa yang terjadi dan mengucapkan terima kasih kepada polisi atas penanganan cepat kasus ini.

“Saya ikhlas, kalau dalam bahasa Jawa namanya Legowo,” beber Suyanto dikutip dalam instagram @kec_kaumanpng.

Sebelumnya, sebuah video penjarahan bawang merah yang diunggah oleh akun TikTok @arifunna menjadi viral dan memicu reaksi beragam dari netizen.

Banyak yang mengutuk tindakan agresif warga yang merampok muatan bawang merah dari sebuah mobil pickup.

Baca Juga: Jelang Ramadan Harga Bapokting di Ponorogo Terpantau Stabil

Respons juga meliputi ungkapan empati terhadap pemilik bawang merah serta harapan agar pelaku mendapatkan hidayah dan pemiliknya tetap diberikan kelimpahan rezeki.

Pihak berwenang berkomitmen untuk mengatasi situasi ini dengan bijak dan adil.

Video penjarahan tersebut telah menggugah perhatian publik, memunculkan pembicaraan tentang etika, hak milik, serta dampak dari tindakan semacam itu dalam konteks budaya dan masyarakat Ponorogo.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.