Kamis, 18 Jun 2026 06:41 WIB

Gurihnya Keju Mozarella Asal Brau Kota Batu, Omzet per Bulan Bikin Geleng-geleng

Pekerja saat mengolah susu menjadi keju mozarella. (Foto: Achmad Titan/jatimnow.com))
Pekerja saat mengolah susu menjadi keju mozarella. (Foto: Achmad Titan/jatimnow.com))

jatimnow.com - Kota Batu memiliki produk baru yang cukup menjanjikan, yaitu keju mozarella produksi Koperasi Margo Makmur Mandiri yang terletak di Dusun Brau, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji.

Tak main-main omzet yang berhasil diperoleh mencapai Rp200 jutaan setiap bulannya. Padahal Brau adalah dusun yang cukup terpencil di Kota Batu.

Baca Juga: Audit Sampah Ungkap Sachet Kuasai Limbah Rumah Tangga Batu

Namun produk olahannya sekarang sudah menjadi idola rumah makan maupun cafe yang berada di kota besar di Jawa seperti Jakarta, Semarang, Bandung, Yogyakarta, Solo, Surabaya, dan Malang. Selain itu, juga sudah merambah Bali.

Ketua Ketua Koperasi Margo Makmur Mandiri, Muhammad Munir mengatakan, produk turunan susu tersebut terbilang masih baru diproduksi. Pemilihan keju itu karena koperasi susu di Kota Batu ada banyak, tapi yang membuat keju mozzarella belum ada.

"Sehingga ini menjadi peluang bagi kami untuk bisa mengenalkan Dusun Brau khususnya dan Kota Batu pada umumnya dengan keju mozzarella," katanya, Sabtu (19/8/2023).

Menanggapi itu, Pj Wali Kota Batu Aries Agung Paewai mengapresiasi produk turunan susu tersebut. Bahkan ia berencana untuk memamerkan produk keju mozzarella tersebut.

“Produksi keju mozarella dari susu sapi asli dari Dusun Brau, ini sangat berpotensi yang harus kita dukung seperti saat kami pamerkan dalam Expo KUMKM se-Jawa Timur di Surabaya kemarin," tuturnya.

Sementara itu, pengelola keju mozarella, Koperasi Margo Makmur Mandiri, Dapin Narendra mengatakan pihaknya sudah mulai memproduksi keju setahun lalu.

"Sudah setahun kita produksi keju dan Alhamdulillah produk kami diterima di pasaran karena memiliki cita rasa berbeda yaitu lebih gurih. Tercatat omzet pun pernah mencapai Rp300 juta, tapi kalau rata-rata per bulan minimal Rp200 juta," katanya.

Baca Juga: Pemuda Mojokerto Lompat dari Jembatan Cangar Batu, Ini Dugaan Motifnya

Dirinya pun menceritakan proses mengolah susu menjadi keju mozarella. Pertama bahan utama susu masuk ke mesin 'cheese fat'. Suhu susu dinaikan menjadi 30 derajat dan ditambah bahan pengasam (asam organik) untuk menurunkan Ph susu.

"Kemudian juga ditambah bahan penggumpal agar susu secara optimal menggumpal seperti jelly. Proses selanjutnya, setelah menggumpal dihancurkan dengan cara dicacah menggunakan pisau untuk mempercepat proses pengendapan," tuturnya.

Setelah dihancurkan, gumpalan beku dan cair akan muncul. Lalu cairannya dibuang, dan yang beku sudah menjadi keju. Berikutnya keju yang sudah jadi diolah lagi agar menjadi mozarella.

"Proses terakhir keju dilakukan pemuluran adonan pada kondisi suhu 70-80 derajat menggunakan mesin strecher. Setelah itu keju mozarella pun jadi lalu dicetak dan dibekukan," katanya.

Dalam pengolahan susu sampai menjadi keju mozzarella biasanya memakan waktu sekitar 6 jam. Dari bahan baku 1000 liter susu dirinya mampu memproduksi 140 kilogram keju mozarella.

Baca Juga: Mikutopia, Destinasi Wisata Alternatif di Kota Batu

"Setiap Minggu kami melalukan pengolahan 2 hingga 3 kali, perbulan bisa memproduksi 4 ton keju mozarella dengan kemasan 250 gram yang kita jual Rp 28 ribu. Lalu yang kemasan 1 kilogram kita jual Rp 100 ribu," katanya.

Apalagi menurut Dapin, pemasaran keju mozarella sangat mudah dan memiliki peluang besar.

Hal itu ditunjang adanya tren inovasi makanan, saat ini tidak hanya makanan Barat yang menggunakan keju mozarella, makanan Timur sekarang sudah banyak yang menggunakan keju mozarella untuk toping dan sebagainya.

"Mozarella produk dalam negeri tak kalah dengan keju mozarella import. Karena rasa lebih gurih dan lebih cocok ke lidah masyarakat. Itu yang membuat pemasaran mudah, rata-rata rumah makan hingga cafe yang memesan kepada kami," tutupnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.