Senin, 22 Jun 2026 04:02 WIB

Pesan Mendalam Ketua PKS Jatim di Balik Semarak Momen HUT Kemerdekaan RI ke-78

Ketua PKS Jatim Irwan Setiawan. (Foto: Humas PKS Jatim)
Ketua PKS Jatim Irwan Setiawan. (Foto: Humas PKS Jatim)

jatimnow.com - Penafsiran berbeda disampaikan Ketua PKS Jatim Irwan Setiawan untuk memaknai HUT Kemerdekaan RI ke-78. Tak hanya di ekspresikan dengan perlombaan, tirakatan, dan agenda syukuran. Melainkan harus adanya perubahan kultur dan struktur hukum negara untuk langkah yang lebih baik.

"Hukum belum memberikan keadilan dan perlindungan bagi seluruh rakyat Indonesia. Jika tidak ada yang mempejuangkan, masa depan penegakan hukum makin mengkhawatirkan," kata Irwan, dalam keterangan resminya, Kamis (17/8/2023) malam.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Keprihatinan Irwan kali ini, ia contohkan dari beberapa peristiwa penegakan hukum yang tebang pilih. Ia mencontohkan, seperti halnya Mahkamah Agung (MA) yang telah memberikan diskon hukuman bagi para pelaku pembunuhan Ferdi Sambo cs.

"Pisau hukum semakin tampak tumpul pada mereka yang punya materi dan kuasa, sementara tajam pada rakyat kecil," ujarnya.

Tak hanya dari sisi hukum. Irwan juga menguliti dari sisi kualitas pendidikan di Indonesia.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Kita juga perlu mengevaluasi sistem pendidikan kita, agar anak-anak di bangsa kita tak hanya memiliki kecerdasan intelektual semata, tapi juga emosional dan spiritual. Kasus terbaru, mahasiswa dari universitas terkemuka membunuh rekannya, ini miris," beber Irwan.

Maka dengan jalan Pemilu 2024 mendatang. PKS Jatim berkomitmen akan menjadi bagian untuk berkontribusi membangun bangsa yang lebih baik dan berkeadilan.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Generasi muda ini yang akan menjadi pemimpin bangsa ini kedepan, kami mengajak sebanyak-banyaknya para pemuda di negeri ini untuk berjuang bersama PKS. Insya Allah masih banyak para pemuda yang peduli pada bangsa ini," tandasnya.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.