Sabtu, 06 Jun 2026 19:09 WIB

Tradisi Tirakatan 17 Agustus, Ini Lho Maknanya

  • Penulis : Haryo Agus
  • | Rabu, 16 Agu 2023 18:38 WIB
(Foto: Akun Instagram @listiyonosantoso)
(Foto: Akun Instagram @listiyonosantoso)

jatimnow.com - Sudah menjadi kebiasaan masyarakat Indonesia menjelang peringatan HUT Kemerdekaan RI yaitu tirakatan.

Tirakatan dilakukan pada malam menjelang 17 Agustus yaitu di tanggal 16 Agustus. Acara diisi dengan doa dan makan bersama warga dengan tumpengan.

Baca Juga: Awali Buka Giling, PG Modjopanggung Tulungagung Gelar Manten Tebu

Tradisi tirakatan dilakukan dengan tujuan mengenang jasa pahlawan kemerdekaan diiringi ungkapan rasa syukur.

Wakil Dekan I Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga (UNAIR), Dr, Listiyono Santoso, S.S,. M. Hum menjelaskan bahwa tirakatan merupakan tradisi masyarakat ketika memiliki suatu keinginan atau harapan.

"Tirakatan sebenarnya sudah menjadi tradisi lama bangsa ini. Tirakatan merupakan bentuk jalan atau laku-laku tertentu ketika memiliki suatu keinginan atau harapan," jelas Listiyono.

Tradisi tirakatan pada malam 17 Agustus, menurut Listiyono, menjadi jalan masyarakat Indonesia untuk bersyukur dan mengenang jasa-jasa para pahlawan.

Baca Juga: Tradisi Lebaran Ketupat di Trenggalek yang Sudah Berlangsung Sejak Ratusan Tahun

"Tirakatan menjadi suatu laku untuk kepentingan masa depan (prospektif), Juga untuk refleksi masa lampau (introspeksi). Termasuk di dalamnya adalah tirakatan 17 Agustus. Ini menjadi laku penting yang dilakukan warga Indonesia," tuturnya.

Lanjut Listiyono, tak ada yang tahu pasti kapan tradisi tirakatan 17 Agustus dimulai.

"Bila dihubungkan dengan konteks tirakatan yang telah menjadi laku pribadi dan komunal warga, maka tirakatan 17 Agustus bisa jadi telah muncul saat jelang momen kemerdekaan," ucapnya.

Baca Juga: Tradisi Tarawih Cepat di Blitar Ini Telah Berlangsung Sejak Ratusan Tahun Lalu

Malamnya, terang Listiyono, para pemuda dan lainnya melakukan tirakatan dengan 'melekan' untuk menyiapkan suatu harapan masa depan bangsa.

Dalam momen peringatan kemerdekaan, tirakatan menjadi laku introspeksi diri untuk mengevaluasi perjalanan bangsa Indonesia setelah merdeka dan menjadi doa agar bisa menjadi bangsa yang lebih baik.

"Saat ini, setelah kemerdekaan, maka tirakatan menjadi laku introspeksi diri untuk mengevaluasi catatan perjalanan kita sebagai sebuah bangsa setelah merdeka," tandasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.