Senin, 22 Jun 2026 20:44 WIB

Logo Tugu PSHT di Tulungagung Dihapus, Rencana Diganti Gambar Pancasila

Anggota perguruan silat PSHT saat menghapus logo di tugu. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Anggota perguruan silat PSHT saat menghapus logo di tugu. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Anggota pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Ranting Boyolangu Tulungagung melakukan penghapusan simbol pencak silat di Tugu PSHT Rayon Sobontoro.

Hal itu, dilakukan sebagai bentuk komitmen dalam mematuhi aturan pemerintah terkait penertiban tugu pencak silat.

Baca Juga: Pengesahan Warga Baru PSHT di Tulungagung Kondusif

Ketua Ranting PSHT Kecamatan Boyolangu, Didik mengatakan bahwa tugu ini didirikan sejak 2018 silam di tanah desa. Pada proses pembangunannya juga sangat didukung oleh masyarakat. Bahkan dana pembuatan tugu juga berasal dari anggota dan masyarakat.

"Karena kita hidup di negara hukum dan pemerintah menghendaki untuk dilakukan penertiban tugu pencak silat, maka kami akan ikuti," ujarnya, Senin (14/08/2023).

Berdasarkan rapat bersama masyarakat dan pemerintah desa, Tugu PSHT yang ada di Desa Sobontoro tidak dibongkar. Namun, tugu ini akan diganti dengan gambar lain sesuai keinginan masyarakat.

Rencananya, logo perguruan silat ini akan diganti dengan gambar pancasila atau pahlawan nasional.

Baca Juga: Pengesahan PSHT, Polrestabes Surabaya Kerahkan Pengamanan Gabungan

"Kalau dibongkar banyak masyarakat yang menyesalkan. Jadi diputuskan untuk merubah gambar yang semula PSHT menjadi gambar lain seperti pancasila, pahlawan nasional atau lain sebagainya," tuturnya.

Didik menjelaskan, anggota akan menghilangkan gambar PSHT pada tugu tersebut. Setelah gambar hilang, maka tugu akan ditutup sementara hingga nantinya tugu sudah memiliki gambar lain yang telah disepakati. Sempat terjadi pro dan kontra di internal anggota perguruan silat.

"Memang awalnya keputusan kami sempat menjadi pro kontra dalam internal PSHT. Apalagi anggota kami ada lebih dari 1.000 orang. Namun lewat koordinasi dan pendekatan, akhirnya semua bisa menerima keputusan kami," jelasnya.

Baca Juga: Kota Kediri Deklarasikan Aman Suro 2026, 900 Personel Disiagakan

Sementara itu, Kapolsek Boyolangu AKP Tri Nuartiko menambahkan bahwa pihaknya sangat mengapresiasi keputusan yang telah diambil oleh PSHT Ranting Kecamatan Boyolangu. Hal ini menunjukan bahwa PSHT sangat sadar atas imbauan dari pemerintah.

"Tentu kami akan ikut mengamankan ketika penghapusan logo PSHT di tugu. Dan ini bisa menjadi contoh. Semoga ke depan bisa tercipta kondisi yang aman dan nyaman bagi masyarakat," pungkasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.