Selasa, 23 Jun 2026 07:32 WIB

5 Desa Alami Kekeringan, Polres Tulungagung Kirim Ratusan Ribu Liter Air Bersih

Polisi saat menyalurkan bantuan air bersih di Tulungagung. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com))
Polisi saat menyalurkan bantuan air bersih di Tulungagung. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com))

jatimnow.com - Polres Tulungagung mendistribusikan 100 ribu liter air bersih untuk masyarakat di lima desa yang ada di Kecamatan Tanggunggunung.

Memasuki musim kemarau, warga di Desa Tanggunggunung, Jenggungharho, Pakisrejo, Tenggarejo dan Kresikan mulai kesulitan untuk mendapatkan pasokan air bersih. Bahkan mereka harus membeli air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Baca Juga: BPBD Kabupaten Probolinggo Salurkan 6.000 Liter Air Bersih untuk Warga Tegalwatu

Wakapolres Tulungagung, Kompol Dodik Tri mengatakan, pengiriman air bersih untuk masyarakat ini merupakan program dari lulusan Akpol Batalyon Patria Tama tahun 1995. Mereka mengirim distribusi air bersih ke beberapa daerah.

Untuk Tulungagung, mereka mengirim 20 tangki air bersih di lima desa. Setiap tangki memiliki kapasitas 4000 liter.

"Secara umum Kabupaten Tulungagung tidak termasuk sebagai kabupaten yang kekurangan air, namun ada di beberapa daerah tertentu yang membutuhkan air karena jarak sumber dari pemukiman cukup jauh, dan kadang jumlahnya tidak memadai," ujarnya, Kamis (03/08/2023).

Kepala Desa Pakisrejo, Barno mengatakan ketersediaan air bersih saat ini hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan minum saja. Sedangkan untuk keperluan lain seperti memasak, mandi, mencuci hingga minum ternak mereka masih harus mencari lagi.

Baca Juga: Harga BBM Naik, Anggaran Operasional Bus Sekolah di Tulungagung Membengkak

Memasuki bulan Agustus ini warga mulai merasa kesulitan untuk mendapatkan pasokan air bersih. Mereka bahkan harus membeli air bersih seharga Rp 250 ribu per tangki dengan kapasitan 4000 liter.

"Itu bisa digunakan hingga 2 minggu, tergantung jumlah keluarga juga," tuturnya.

Kesulitan air bersih ini menjadi permasalahan setiap tahun bagi warga desa. Intensitas hujan yang mulai menurun membuat debit air untuk kebutuhan warga mulai mengecil.

Baca Juga: Permudah Pengurusan e-KTP, Dispendukcapil Tulungagung Jemput Bola ke Sekolah

Selain itu, terdapat kerusakan di saluran pipa Hipam yang biasa mensuplai kebutuhan air bersih. Diperkirakan musim kemarau ini masih akan berlangsung hingga bulan November mendatang.

"Mulai bulan Agustus sudah mulai dirasakan dampaknya bagi warga, ketersedian air bersih mulai menipis," pungkasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.