Minggu, 14 Jun 2026 18:28 WIB

Kacabdindik Bojonegoro Ancam Copot Kepala Sekolah yang Nekat Tarik Iuran

Kantor Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim di Bojonegoro. (Foto: Misbahul Munir/jatimnow.com)
Kantor Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim di Bojonegoro. (Foto: Misbahul Munir/jatimnow.com)

jatimnow.com - Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdindik) wilayah Bojonegoro-Tuban, Adi Prayitno memperingatkan kepala SMA/SMK yang berada di wilayah kerjanya agar tidak menarik iuran dalam bentuk apapun yang memberatkan wali murid. Bila tetep membandel sanksi berat hingga pencopotan siap menanti.

Hal tersebut, terkait intruksi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar parawansa melalui Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Provinsi Jatim Aries Agung Paewai yang tertuang dalam surat edaran (SE) tentang moratorium bernomor 420/4849/101.1/2023 tentang penyediaan seragam diberlakukan kepada seluruh SMA/SMK negeri se-Jatim.

Baca Juga: Perkuat Pasokan Gas Nasional, PGN SOR III Kunjungi JTB Bojonegoro

Menurut Adi sebagaimana surat tersebut pihaknya mewanti-wanti kepada kepala sekolah ada di wilayah kerjanya agar mentaati instruksi gubernur tersebut.

"Jika kepala sekolah tidak bisa mengakomodir akan ada sanksi berat dari dinas, bahkan akan dicopot dari kedinasan," kata Adi, Kemarin (28/7/2023).

Adi juga mengingatkan para kepala sekolah tidak boleh menarik iuran, apalagi jumlahnya memberatkan siswa atau wali murid. Bila masih membandel bakal mendapatkan sanksi keras berupa pencopotan dari kedinasan.

Baca Juga: Lantik 128 Kepala Sekolah di Jatim, Khofifah: Bangun Sinergi dan Kolaborasi

"Kejadian pencopotan kepala sekolah di Kabupaten Tulungagung semoga menjadi pelajaran dan tidak terjadi di Bojonegoro," tandasnya.

Selain itu, Adi juga meminta kepala sekolah untuk mengakomodir siswa-siswinya utamanya yang masuk melalui jalur afirmasi.

Baca Juga: Dindik Jatim Kaji Opsi Pembelajaran Daring Buntut Efisiensi Energi

Menurutnya jalur afirmasi ini diperuntukkan bagi peserta didik baru jenjang sekolah menengah atas (SMA) yang berasal dari keluarga tidak mampu, dan penyandang disabilitas. Sehingga perlu adanya perhatian khusus.

“Siswa dari afirmasi harus diprioritaskan secara khusus itu sudah menjadi intruksi gubernur,” tambahnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.