Sabtu, 06 Jun 2026 16:04 WIB

Musik Noise Ubah Gelombang Non Material jadi Energi Materialistik

Ageng Luky Prasetyo Aji saat perform musik noise karya ciptanya. (Ageng Luky Prasetyo Aji  for jatimnow.com)
Ageng Luky Prasetyo Aji saat perform musik noise karya ciptanya. (Ageng Luky Prasetyo Aji for jatimnow.com)

jatimnow.com - Musik noise atau musik bising berisik adalah genre musik yang dicirikan oleh penggunaan bunyi ekspresif dalam konteksnya. Genre musik ini cenderung menantang perbedaan yang dibuat dalam praktik musik konvensional yang mengaburkan batas antara suara musik dan non-musik.

Ageng Luky Prasetyo Aji (25), seniman penggiat musik noise menjelaskan awal muasal terciptanya sebuah karya musik noise dari tangannya.

Baca Juga: Dewan Kesenian Surabaya Laporkan Dugaan Hilangnya Aset Budaya ke Polisi

"Sejak 2017, waktu awal masuk kuliah, saya merasa musik noise tidak jauh dari kehidupan sehari - hari kita, suara-suara noise seperti suara motor, suara pabrik, suara tetangga bercengkrama, suara pacar yang cerewet, suara air terjun, suara kran air, dan sebagainya. Hal-hal itulah kemudian menjadi inspirasi saya untuk turut menciptakan karya dari suara noise," jelasnya, Rabu (26/7/2023).

Luky, alumni Fakultas Sastra Jurusan Pendidikan Seni Rupa Universitas Negeri Malang memaparkan, untuk menciptakan sebuah karya musik noise, hal utama yang harus dilakukan adalah dengan menyelami musik noise terlebih dahulu.

"Menumbuhkembangkan rasa kecintaan dan kekaguman agar tercipta kemauan yang berlanjut pada kreatifitas penciptaan," tuturnya.

Baca Juga: Bukan Pengosongan, Ketika Para Tokoh Berpikir Tentang Ibu Kota Provinsi Jatim

Luky mengartikan musik noise adalah sebagai media komunikasi antar penggemar, selain itu adalah sebagai sarana merubah gelombang non material menjadi energi material ataupun gelombang tak kasat mata menjadi energi materialistik.

Luky juga memaparkan mengenai proses pembuatan musik noise.

"Proses pembuatannya di awali dengan mencari referensi jenis dan suara yang kita inginkan, kemudian menetapkan skematik alat serta menyiapkan komponen dengan merakit benda elektronik yang dipersiapkan secara teliti. Setelah proses usai, maka musik noise siap untuk ditampilkan," pungkasnya.

Baca Juga: Polemik DKS Memanas, Seniman Surabaya Turun ke Jalan

Sudah ribuan musik noise yang diciptakan oleh Luky. Tidak hanya itu saja, beberapa wilayah seperti Malang, Surabaya dan lainnya juga telah disinggahi sebagai tempat unjuk karya musik noisenya.

Luky berharap, tidak dipandang sebelah matanya musik noise di masyarakat luas karena berbeda dari musik konvensional pada umumnya. Namun dapat diterimanya, musik noise sebagai karya yang mempunyai manfaat mengenai keanekaragaman jenis musik dari perkembangan jaman dan teknologi yang semakin mutakhir dalam bidang kesenian.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.