Selasa, 23 Jun 2026 00:26 WIB

Mas Dhito Temukan Indikasi Penyebab Kelangkaan Elpiji 3 Kg di Kediri

Mas Dhito saat melakukan sidak ke pangkalan elpiji di Kediri. (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)
Mas Dhito saat melakukan sidak ke pangkalan elpiji di Kediri. (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)

jatimnow.com - Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana melakukan sidak ke agen dan sejumlah pangkalan elpiji 3 Kg di Kabupatan Kediri, Rabu (26/7/2023). Bersama TNI-Polri sidak dilakukan untuk mengurai masalah kelangkaan elpiji bersubsidi yang terjadi di masyarakat.

Dalam sidaknya, Mas Dhito mengaku menemukan sejumlah indikasi penyebab kelangkaan ini. Di antaranya, penggunaan yang tidak tepat sasaran. Baik itu dari sektor peternakan maupun pertanian yang tidak seharusnya menggunakan elpiji tabung melon tersebut.

Baca Juga: Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

“Memang banyak tabung elpiji tabung 3 kilogram ini yang dipergunakan tidak sesuai peruntukannya salah satunya sektor peternakan,” kata Mas Dhito.

Selain peternakan, Mas Dhito juga meminta untuk sektor pertanian, restoran dan laundry untuk tidak menggunakan elpiji yang hanya diperuntukkan untuk masyarakat miskin maupun UMKM ini.

“Peternakan, pertanian, restoran, usaha laundry ini tidak diboleh,” tegas Mas Dhito. 

Masalah lain, menurut Mas Dhito dimungkinkan terjadi karena banyaknya hajatan di masyarakat yang membuat permintaan ini meningkat. Di saat yang bersamaan, tanggal merah pengiriman elpiji berhenti.

Baca Juga: Munas-Konbes NU Dibuka Malam Ini, Presiden Prabowo Hadir Saat Penutupan

Namun Mas Dhito akan terus melakukan monitoring untuk menganalisa apa yang sebenarnya menyebabkan fenomena kelangkaan elpiji 3 Kilogram ini terjadi. Karena sejauh ini, sudah tidak ada lagi kendala pengiriman, stok juga aman hingga tingkat pangkalan.

“Kita masih terus menganalisa, mata rantainya ini ada dimana problemnya, karena kalau dari alur droping mulai dari agen ke pangkalan sudah tidak ada masalah sebenarnya,” tambahnya.

Khusus untuk masalah peternakan, Mas Dhito akan segera memanggil para peternak untuk duduk bersama mencari solusi. Sebagai opsi awal adalah peminjaman tabung ke para peternak.

Baca Juga: Kemensos Puji SMA SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School Gagasan Mas Dhito

“Sore ini atau besok teman-teman peternak akan dikumpulkan akan kita carikan solusinya. Sebenarnya sudah ada solusinya, adalah meminjamkan tabung gas dari teman-teman himpunan pengusaha migas untuk menjadi salah satu opsi menutup para pengguna tabung elpiji yang kurang tepat ini,” tegasnya.

Sementara itu, Mas Dhito juga meminta untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk tidak menggunakan elpiji 3 kilogram. Pihaknya tak segan akan memberikan sanksi jika menemukan ASN di lingkup Pemerintah Kabupaten Kediri menggunakan elpiji 3 kilogram ini.

“Nanti akan kita cek, kalau ada akan kita sanksi,” tandasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Hilang Kendali, Dua Pemotor Asal Nganjuk Tewas Terjun ke Waduk Kalimati Sidoarjo

Dua pengendara motor tewas tenggelam usai tercebur ke Waduk Kalimati, Prambon, Sidoarjo. Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi jasad keduanya pada Senin dini hari.