Kamis, 18 Jun 2026 11:32 WIB

Lembaga Pendidikan yang Tak Punya Murid di Surabaya Akan Dihentikan Operasionalnya

Eri Cahyadi bersama Erwin Darmogo (kiri) (Foto: Humas Pemkot Surabaya/jatimnow.com)
Eri Cahyadi bersama Erwin Darmogo (kiri) (Foto: Humas Pemkot Surabaya/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama dengan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP swasta sepakat melakukan evaluasi terhadap lembaga pendidikan yang tak memiliki murid, alias sepi peminat.

"Kalau ada sekolah yang tidak ada muridnya, kami sepakat dengan MKKS. Ini dilihat 4 tahun ke belakang, kalau (jumlah) muridnya masih tetap saja, kita evaluasi berikan kesempatan dua tahun ke depan," kata Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, dalam siaran resminya, Rabu (26/7/2023).

Baca Juga: Surabaya Jadi Percontohan Program Indonesia - UEA Cegah Sampah Plastik ke Laut

Evaluasi yang ia maksud adalah melakukan merger alias pemberhentian secara operasional bagi lembaga pendidikan yang di maksud. Namun, sebelum itu terjadi, pihaknya akan menugaskan Dinas Pendidikan untuk melalukan pendampingan.

"Kita dampingi, kalau toh tidak ada lagi, nanti kita akan berbicara dengan swasta. Karena kasihan, kalau sekolah ini tidak dimerger, muridnya dua atau tiga, terus bagaimana operasional sekolah ini. Tapi bukan berarti (2023) dia tidak dapat murid, karena jika ditarik 4 tahun ke belakang pun, jumlah (muridnya) tetap sama," jelasnya.

Peninjauan dengan durasi dua tahun ke depan ia maksud sebagai kesempatan lembaga pendidikan untuk berbenah secara sistem. Tentunya, hal ini ditinjau dari ramainya peminat di setiap lembaga dalam kurun waktu empat tahun belakangan.

Dari catatan Pemkot, kata Eri, ada sekitar 10 SMP swasta di Surabaya yang sepi murid selama empat tahun terakhir.

Baca Juga: Tulungagung Deklasikan SPMB Tahun Ajaran 2026/2027 Bebas Titipan

Eri juga menambahkan, aturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) yang mengatur jumlah maksimal rombongan belajar (rombel) pada satuan pendidikan itu maksimal 10 dan jumlah peserta didik maksimal 32 anak per kelasnya.

"Sehingga aturan (Menteri) itu kita jalankan. Karena semakin banyak siswa, semakin banyak rombel, maka semakin tidak bisa murid itu dipantau oleh gurunya. Sehingga kita lakukan itu," tandasnya.

Sementara, Koordinator MKKS SMP swasta Surabaya, Erwin Darmogo menyatakan, pihaknya bersama pemkot akan menelusuri 4000 lulusan SD di Surabaya yang belum masuk ke SMP negeri maupun swasta.

Baca Juga: Tiga Rumah Pompa Baru Perkuat Ikhtiar Surabaya Menuju Kota Bebas Banjir

"Seperti arahannya Pak Wali tadi, bahwa bagi yang belum masuk sekolah (negeri), monggo (silahkan) memilih sekolah swasta yang sesuai dengan kemampuannya dan juga kebutuhan anaknya," kata Erwin.

Sementara dengan adanya SMP swasta yang jumlah muridnya tidak banyak, ia telah meminta Dinas Pendidikan untuk melakukan pendampingan. Baik itu pendampingan dari segi mutu pendidikan sekolah maupun terkait pembiayaannya.

"Tadi disepakati kira-kira dua tahun ke depan, kalau tidak menunjukkan perubahan berarti, bisa di-merger. Tapi tentunya itu melalui proses semuanya, harus ada komunikasi, baik antara Dispendik dengan MKKS, sekolah, juga yayasannya," pungkasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.