Minggu, 21 Jun 2026 23:26 WIB

Mas Ipin Launching Taman Laut Bioreeftek di Pantai Mutiara

Bupati Trenggalek, Mocahamd Nur Arifin saat melakukan padling di kawasan taman bioreeftek. (Foto: Prokopim Trenggalek/jatimnow.com)
Bupati Trenggalek, Mocahamd Nur Arifin saat melakukan padling di kawasan taman bioreeftek. (Foto: Prokopim Trenggalek/jatimnow.com)

jatimnow.com - Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin melaunching Taman Laut Bioreeftek. Taman laut yang berada di Pantai Mutiara, Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo ini merupakan yang pertama di Indonesia.

Taman yang diberi nama Karang Tresno ini diharapkan mampu menjadi salah satu daya tarik wisata baru di perairan Teluk Prigi, Trenggalek.

Baca Juga: Bank Jatim Salurkan CSR ke Trenggalek Berupa Floor Projector Highlight

Saat launching, mereka menenggelamkan transplantasi karang ke laut serta melakukan aksi pemungutan sampah di laut.

Menurut Bupati yang biasa dipanggil Mas Ipin ini, masyarakat antusias untuk menjaga ekosistem laut. Dibuktikan 300 lebih Karang Tresno yang ada di Pantai Mutiara dari hasil donasi berbagai pihak. Angkanya bahkan mencapai hampir ratusan juta rupiah.

"Sekarang masyarakat sudah mengerti sekali tentang bagaimana pentingnya menjaga alam sekitar," ujarnya, Selasa (25/7/2023).

Baca Juga: JLS di Tulungagung Telah Rampung Pembangunannya, Tiga Kabupaten Sudah Terhubung

Karena tamannya adalah taman di bawah laut, jadi masyarakat pun juga harus menyadari bahwa ekosistem laut tergantung di ekosistem yang ada di hulu. Tak hanya merawat di laut mereka juga diminta untuk merawat daerah daratan, hutannya, sumber mata airnya, kebersihan sungai dan yang lainya.

"Tolong semuanya disiplin, jadi semuanya harus mau begotong royong untuk menciptakan lingkungan kita lebih bersih dan indah. kerena ini bisa menghasilkan nilai ekonomi, seperti yang kita rasakan saat ini potensi wisata," imbuhnya.

Baca Juga: Penutupan Jalan Utama Tulungagung - Trenggalek Tertunda, Ini Alasannya

Mengenai potensi wisata, Mas Ipin meminta peralatan pendukung taman laut ini bisa ditambah karena yang berkunjung nantinya tidak hanya penyelam profesional. Beberapa infrastuktur juga bisa ditambah lagi sehingga penyelam amatir dapat menikmati keindahannya.

"Semoga nanti alatnya bisa ditambah lebih banyak. Dengan begitu orang yang ingin melihat Karang Tresno tidak hanya penyelam profesional saja, penyelam amatir juga bisa melakukan meskipun dengan pengawasan," pungkasnya.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.