Minggu, 07 Jun 2026 04:12 WIB

5 Sapi di Tulungagung Mati Mendadak, 1 Ekor Positif Antraks

Kabid Keswan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Tulungagung, drh Tutus Sumaryani. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Kabid Keswan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Tulungagung, drh Tutus Sumaryani. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Lima ekor sapi di Kabupaten Tulungagung mati mendadak. Berdasarkan hasil pemeriksaan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan setempat, satu ekor sapi diketahui terserang penyakit antraks.

Meskipun begitu dinas terkait sudah melakukan upaya pencegahan sehingga penyakit tersebut tidak tersebar ke hewan lain. Sapi yang mati karena antraks juga sudah dikubur sesuai prosedur.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

Kabid Kesehatan Hewan (Keswan), Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Tulungagung, drh. Tutus Sumaryani mengatakan, pada April 2023 kasus antraks kembali ditemukan di Kabupaten Tulungagung.

"Antraks di Tulungagung baru ada di tahun 2021, dan pada tahun 2022 sudah tidak ada, tetapi kembali lagi di tahun 2023 yang jumlahnya sangat sedikit," ujarnya, Selasa (25/07/2023).

Mereka mendapatkan laporan adanya kematian 5 ekor sapi mendadak di wilayah Kecamatan Pagerwojo. Tim lalu diturunkan untuk melakukan pemeriksaan. Tim kemudian mengambil sampel dari 2 sapi yang mati.

Hasilnya satu ekor sapi positif terkena antrax. Setelah temuan kasus, dinas melakukan penanganan dengan pengobatan di satu dusun sekitar lokasi temuan antraks.

Baca Juga: Dear Prabowo, Produsen Tahu di Tulungagung Resah Karena Harga Kedelai Naik

Diketahui temuan hewan ternak mati akibat antraks itu berada di Desa Kradinan Kecamatan Pagerwojo.

"Setelah temuan itu kami melakukan pengobatan hewan ternak disekitar lokasi temuan. Serta melakukan vaksinasi antraks untuk hewan ternak di dua kecamatan rawan," terangnya.

Pihaknya memastikan jika saat ini sudah tidak lagi ada temuan kasus antraks di Kecamatan Pagerwojo maupun di Kecamatan Sendang. Mengingat lokasi rawan temuan antraks ada di 2 kecamatan tersebut.

Baca Juga: Tulungagung Deklasikan SPMB Tahun Ajaran 2026/2027 Bebas Titipan

Saat disinggung terkait vaksinasi, Tutus menyebut jika sampai saat ini sudah sebanyak 18 ribu ternak di 2 kecamatan yang rawan sudah dilakukan vaksinasi termasuk booster.

"Kami semakin perketat lalu lintas ternak, yang mana ternak yang masuk harus disertai surat keterangan kesehatan hewan (SKKH)," pungkasnya.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Tuai Polemik, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Proyek Swalayan Jalan Cokro

Komisi III telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi untuk memastikan kelengkapan izin proyek di atas lahan seluas 1,3 hektare tersebut.

Update Kepulangan Haji 2026: 7.581 Jemaah Tiba via Debarkasi Surabaya

Update kepulangan haji 2026 Debarkasi Surabaya: 7.581 jemaah dari 20 kloter tiba di Tanah Air. 2 jemaah asal Malang wafat, 3 lainnya dirawat di RS Arab Saudi.

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

Pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki para lansia merupakan fondasi penting dalam pembangunan bangsa.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pakar Ingatkan Ancaman Krisis Energi

Pakar lingkungan soroti krisis energi, penumpukan sampah, hingga bahaya mikropolutan di momen Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.

Peringati Hari Pers Nasional, PWI Tulungagung Siapkan Literasi Media

Pemerintah Kabupaten Tulungagung menyampaikan apresiasi atas dedikasi insan pers yang selama ini menjadi mitra strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

Kerja Sama Sister City Jember-Jinhua Tuai Pujian Akademisi UB

Jember tidak lagi dipandang sekedar daerah rural yang identik dengan komoditas tembakau atau pusat edukasi regional. Namun, telah bertransformasi menjadi magnet investasi baru.