Kamis, 18 Jun 2026 07:00 WIB

Jembatan Bambu Ambrol, Puluhan Siswa SMP di Ponorogo Terjatuh ke Dasar Sungai

Jembatan bambu yang rusak di Desa Ketonggo, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo (Ahmad Fauzani/jatimnow.com)
Jembatan bambu yang rusak di Desa Ketonggo, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo (Ahmad Fauzani/jatimnow.com)

jatimnow.com - Sebuah jembatan darurat di Ponorogo ambrol. Jembatan yang terbuat dari bambu ini menghubungkan Desa Ketonggo Kecamatan Bungkal dan Desa Kunti Kecamatan Bungkal.

Ambrolnya jembatan itu viral di media sosial. Video yang viral ini berdurasi 8 detik. Dalam video tersebut terlihat sejumlah anak-anak SMP lewat di atasnya lalu ambrol.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Video tersebut viral di berbagai media sosial, seperti TikTok, Instagram dan Whatsapp warga Ponorogo. Saat dicek di lokasi, ternyata jembatan darurat tersebut memang roboh.

“Kejadian robohnya pada Sabtu (22/7/2024) pagi. Tidak ada korban jiwa walaupun puluhan siswa terjatuh ke dasar sungai,” ujar Kepala Desa Kunti, Kartono, Minggu (23/7/2023) sore.

Dia mengaku bahwa siswa yang melintas merupakan siswa SMPN 1 Bungkal. Guru SMPN 1 Bungkal mengajak sejumlah siswanya untuk melakukan kegiatan di luar sekolah pada Sabtu (22/07/2023) pagi ke Desa Ketonggo.

Saat itu, dirasa lebih dekat, mereka melewati jembatan darurat. Namun anak-anak itu tidak sekedar lewat, tetapi anak-anak bermain di atas jembatan.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

“Seperti njot-njotan (lompat-lompat). Banyak orangnya puluhan,” kata Kartono kepada jatimnow.com.

Karena dibuat lompat-lompat, kata dia, jembatan dengan panjang 20 meter dan lebar 1,25 meter itu patah. Hingga membuat anak-anak terjatuh ke dasar sungai.

“Warga dan guru yang ikut mendampingi siswa juga langsung memberikan pertolongan kepada siswa yang terjatuh ke bawah,” bebernya.

Baca Juga: Jelang Ramadan Harga Bapokting di Ponorogo Terpantau Stabil

Menurutnya, karena roboh membuat warga dari Desa Kunti maupun Desa Ketonggo harus berputar. Jembatan bambu ini sudah dua kali diperbaiki.

“Ganti dua kali, ini tadi malah dibuat mainan ya akhirnya rusak roboh. Kalau jalan alternatif ada. Cuma ya harus memutari jalan gitu aja,” pungkasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.