Selasa, 16 Jun 2026 16:44 WIB

Harga Seragam Dinilai Netizen Mahal, Ini Komentar Sekolah di Tulungagung

Aktivitas siswa di SMAN 1 Kedungwaru. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com).
Aktivitas siswa di SMAN 1 Kedungwaru. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com).

jatimnow.com - Foto kuitansi pembelian kain seragam di SMAN 1 Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung viral di media sosial. Dalam foto tersebut, tercantum nominal harga kain seragam siswa baru, yang total mencapai Rp 2.360.000.

Selain kain, aksesoris sekolah seperti jilbab, tas dan ikat pinggang juga tercantum dalam kwitansi tersebut. Mahalnya harga seragam dan atribut ini banyak dikomentari oleh netizen. Mereka menilai besaran harga yang tercantum tidak masuk akal.

Baca Juga: Antisipasi Potensi Kerusuhan, Pemkab Tulungagung Gelar Rapat Koordinasi

Humas SMAN 1 Kedungwaru, Agung Cahyadi mengatakan mereka tidak mewajibkan orang tua dan wali murid untuk membeli kebutuhan seragam dan atribut di sekolah.

Pihak sekolah membebaskan wali murid untuk membeli kebutuhan seragam di tempat lain. Dengan catatan warnanya harus sama.

"Kalaupun ada perbedaan warna sedikit kami juga masih mentolerirnya," ujarnya, Sabtu (22/07/2023).

Pihak sekolah melalui koperasi selama ini hanya sebatas memfasilitasi siswa baru untuk mempermudah dalam mendapatkan paket seragam. Tidak semuanya harus dibeli di koperasi tersebut.

Baca Juga: Wanita di Jember Jual Motor Orang Tua, Ngakunya jadi Korban Begal

Mereka dapat memilih item mana saja yang dibeli. Siswa juga bisa mengenakan seragam milik kakak atau saudaranya yang dulu pernah sekolah di SMAN 1 Kedungwaru.

"Siswa dan wali murid bisa memilih, mungkin hanya beli satu jenis bisa, atau tidak membeli di sekolah juga boleh," tuturnya.

Saat disinggung mengenai mahalnya harga seragam tersebut, Agung tidak bisa memberikan komentar.

Baca Juga: Anggota DPRD Lamongan Diduga Terlibat Skandal Asusila

Menurutnya mahal atau tidaknya harga seragam bersifat relatif. Jika orang tua merasa keberatan dengan nominal harga mereka dapat membeli di toko lain.

Hal tersebut juga tidak dipermasalahkan oleh pihak sekolah.

"Sekali lagi tidak ada paksaan, jika merasa keberatan bisa membeli di tempat lain," pungkasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.