Kamis, 18 Jun 2026 15:35 WIB

5 SDN di Ponorogo Tak Dapat Siswa, DPRD: Orang Tua Sudah Pintar

Sekretaris Komisi D DPRD Ponorogo, Relelyanda Solekha Wijayanti. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)
Sekretaris Komisi D DPRD Ponorogo, Relelyanda Solekha Wijayanti. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)

jatimnow.com - DPRD Kabupaten Ponorogo menanggapi masalah sekolah dasar negeri (SDN) yang tidak mendapatkan siswa. Pada penerimaan peserta Didik baru (PPDB) ada 5 SDN tidak mendapatkan siswa baru tahun 2023/2024.

Sekretaris Komisi D DPRD Ponorogo, Relelyanda Solekha Wijayanti mengatakan kasus sedikitnya siswa merupakan lagu lama. Dia mengaku bahwa kejadian tidak dapatnya siswa terus berulang setiap tahun.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

"Saya sebagai sekretaris komisi D yang kebetulan bermitra dengan dinas pendidikan, sangat menyayangkan kondisi sekarang,” ujar Lely, sapaan akrab Relelyanda Solekha Wijayanti, Jumat (21/7/2023).

Dia mengaku tidak ada greget dari Dinas Pendidikan (Dindik) Ponorogo. Pihak eksekutif hanya sekadar menjalankan kewajiban.

“Dindik hanya rutinitas yang dilakukan oleh dinas pendidikan akhirnya tidak menarik lagi menyekolahkan anak di sekolah negeri,” kata politisi PDI Perjuangan ini.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Karena itu, orang tua tidak mempunyai keinginan menyekolahkan di sekolah negeri. Dia menduga karena mungkin SDN tidak mempunyai nilai lebih dibanding sekolah swasta.

"Orang tua sudah pintar-pintar. Mereka sudah banyak wawasan, membuka diri. Zaman sudah berubah, sehingga mereka lebih update,” tegasnya

Baca Juga: Jelang Ramadan Harga Bapokting di Ponorogo Terpantau Stabil

Lely menyebutkan bahwa Dinas Pendidikan adalah dinas yang paling sering dipanggil Komisi D. Pihaknya memanggil terkait regrouping, pungli. Tapi terulang lagi, siswa kurang lagi.

“Saya berharap Dindik Ponorogo memperbaiki semuanya. Zaman sudah berubah, jangan hanya melakukan rutinitas," pungkas Lely.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.