Selasa, 16 Jun 2026 17:00 WIB

SMP di Surabaya Ini Hanya Dapat 2 Murid Baru PPDB, Dampak Zonasi?

Tampak depan SMP Tenggilis Jaya Surabaya. (Foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)
Tampak depan SMP Tenggilis Jaya Surabaya. (Foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)

jatimnow.com - Sekolah Menengah Pertama (SMP) Tenggilis Jaya Surabaya terpaksa gigit jari karena sepi peminat. Bahkan di tahun ajaran baru 2023/2024 ini, siswa yang masuk di sekolah tersebut hanya 2 murid.

"Sejak ada sistem zonasi, sekolah ini jadi berkurang siswanya, apalagi usai pandemi Covid-19," jelas Kepala Sekolah SMP Tenggilis Jaya, Hari Poedjo Irianto, Rabu (19/7/2023).

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Bahkan, satu dari dua murid baru itu dikabarkan pagi tadi telah mengundurkan diri untuk bersekolah di SMP tersebut.

"Yang satu ibunya tadi datang untuk memberi tahu jika putranya mengundurkan diri. Saya hanya berpesan bahwa anaknya tetap harus sekolah," sambung Hari.

Sepinya minat siswa bersekolah di sekolah tersebut ternyata telah berjalan lama. Bahkan, SMP Tenggilis Jaya kini hanya memiliki total murid 15.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Sebanyak 12 siswa kelas 9, dua siswa kelas 8, dan satu siswa kelas 7," ujarnya.

Padahal, pihak sekolah telah mengupayakan obral promosi dengan fasilitas terbaik bagi siswa. Salah satunya antar-jemput ojek secara gratis, untuk lebih memudahkan wali murid.

"Bahkan kami beri fasilitas antar jemput Gojek gratis, jika ada siswa yang keberatan untuk menyediakan biaya transportasi menuju sekolah," tandasnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Sepinya minat siswa bersekolah di SMP Tenggilis Jaya nampak membuat janggal, karena pemerataan tidak berjalan maksimal. Data Dinas Pendidikan Surabaya mencatat, total lulusan SD/MI tahun mencapai 46.000 siswa.

Padahal daya tampung SMP negeri hanya sekitar 18.000 siswa, sehingga ada sekitar 27.000 lainnya yang seharusnya bisa tertampung di SMP swasta, seperti SMP Tenggilis Jaya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.