Selasa, 16 Jun 2026 03:53 WIB

Pernikahan Retak Buldoser Bertindak, Rumah Milik Bersama di Kediri Dirobohkan

  • Penulis : Yanuar Dedy
  • | Selasa, 18 Jul 2023 15:08 WIB
Proses perobohan rumah harta gono-gini di Kediri. (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)
Proses perobohan rumah harta gono-gini di Kediri. (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)

jatimnow.com - Rumah tangga Binti Makrifah (29) dan Alif Febri Santoso (29), warga Desa Pranggang, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri sudah retak tak bisa disatukan lagi. Mereka sepakat merobohkan rumah senilai Rp200 juta yang dibangun bersama, Selasa (18/7/2023).

Kuasa Hukum Binti Makrifah, Rofian Ahmad menjelaskan, ini merupakan hasil kesepakatan kedua belah pihak setelah sebelumnya mediasi tidak kunjung membuahkan hasil.

Baca Juga: Ponpes Al Falah Kediri Ditetapkan Tuan Rumah Munas Alim Ulama dan Konbes NU

Sang suami sempat menawarkan uang senilai Rp10 juta untuk mengganti harta gono-gini ini. Namun sang istri menolak dan menawarkan harga yang lebih tinggi.

"Sebelum rumah ini dirobohkan, pihak mantan suami sebelumnya menawarkan untuk memberikan ganti rugi uang namun hanya senilai Rp10 juta, sehingga tawaran tersebut ditolak mantan istrinya. Sementara pihak mantan istri menawarkan untuk memberi ganti rugi dengan nilai lebih tinggi dari mantan suami. Karena tidak ada titik temu mengenai uang ganti rugi, akhirnya disepakati untuk merobohkan bangunan rumah yang dibangun bersama saat pasangan berumah tangga," jelas Rofian.

Rofian menambahkan, untuk mempercepat proses pembongkaran, rumah bangunan tembok dengan lebar 10x15 meter tersebut dirobohkan menggunakan alat berat buldoser. Seluruh biaya pembongkaran dibiayai oleh Binti Makrifah.

Baca Juga: Razia Gabungan di Lapas Kediri, Petugas Amankan Barang Terlarang

Namun sejumlah perabot seperti gawang pintu dan jendela yang masih bisa dimanfaatkan diambil untuk dihibahkan kepada organisasi sosial untuk kemaslahatan umat.

“Klien kami (Binti Makrifah) yang membiayai keseluruhan pembongkaran. Namun untuk perabot yang masih dapat digunakan, seperti daun pintu, jendela dan atap dihibahkan ke organisasi sosial LazisNu,” imbuh Rofian.

Baca Juga: Khofifah Komitmen Jatim Garda Terdepan Penguatan Industri Gula Nasional

Sementara itu, ditaksir harga pasaran bangunan rumah yang dirobohkan ini senilai lebih dari Rp200 juta. Rumah tersebut dibangun di atas tanah milik orang tua Alif Febri Santoso, sehingga tidak memungkinkan untuk dijual kepada pihak ketiga.

Untuk diketahui, dari usia pernikahan sekitar 10 tahun tersebut, Binti dan Alif dikaruniani dua orang anak. Mereka kemudian resmi bercerai 3 bulan lalu.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.