Minggu, 21 Jun 2026 12:30 WIB

PPDB SDN Jalen Ponorogo 0 Siswa, Fasiltas Seragam Gratis dan Uang Transport Sia-sia

Kepala SDN Jalen, Dedy Ady Nugroho saat menata kursi di ruang kelas 1 (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)
Kepala SDN Jalen, Dedy Ady Nugroho saat menata kursi di ruang kelas 1 (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)

jatimnow.com - Kondisi SDN Jalen Ponorogo sangat miris. Sekolah yang beralamat di Desa Jalen, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo tidak mendapatkan siswa pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2023.

"Sejumlah iming-iming fasilitas sudah kami sampaikan. Tetapi tetap tidak ada siswa yang mendaftar. Tahun lalu juga cuma satu,” Kepala SDN Jalen, Dedy Ady Nugroho, Senin (17/7/2023).

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Dia menjelaskan bahwa guru-guru di SDN Jalen telah melakukan berbagai hal. Contohnya sudah ke rumah calon wali murid. Memberikan seragam gratis, tabungan sebesar Rp100 ribu untuk beli LKS, buku pendamping.

Guru-guru juga siap memberikan bantuan transportasi sebesar Rp150 ribu ke anak tiap bulan yang untuk sekolah di Jalen.

“Uang transportasi dan tabungan itu diambil dari uang pribadi guru-guru SDN Jalen. Tidak menganggu uang lainnya,” kata Dedy.

Namun langkah tersebut tetap tidak mempan. Buktinya tidak ada siswa yang mendaftar di SDN Jalen,

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

“Saat pendaftran PPDB 2023/2024 awalnya ada yang datang untuk mendaftar. Saat itu ada 2 orang mendaftar,” terangnya.

Mereka bertanya, apakah ada siswa lainnya. Mereka mau mendaftarkan jika ada temannya misalnya 5. Kalau cuma 2 siswa, mereka tidak mau.

"Dengan berat hati saya suruh mencari sekolah lain. Kondisi ini tidak jauh berbeda saat PPDB 2022 lalu. Saat itu, SDN Jalen hanya mendapatkan 1 siswa,” urainya.

Baca Juga: Jelang Ramadan Harga Bapokting di Ponorogo Terpantau Stabil

Dia menegaskan kondisi saat ini di SDN Jalen total 24 siswa. Rinciannya kelas 1 kosong, kelas 2 ada 1 siswa, kelas 3 ada 3 kelas, kelas 4 ada 5 siswa, kelas 5 ada 5 siswa dan kelas 6 ada 10 siswa.

Untuk tenaga pendidik, guru kelas ada 4 orang, guru mata pelajaran agama ada 1 orang dan guru pendidikan jasmani (Penjas) ada 1 orang. Total ada 6 guru.

“Keinginan dari sekolah, dengan fasilitas seperti ini, guru bersertifikasi tentunya kami tidak ingin sekolah ini ditutup karena satu-satunya sekolah yang ada di Jalen,” pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.