8 Jemaah Haji Asal Tulungagung Meninggal Dunia, Keluarga Dapat Asuransi
- Penulis : Bramanta Pamungkas
- | Jumat, 14 Jul 2023 17:47 WIB
jatimnow.com - Sebanyak 8 jemaah haji asal Kabupaten Tulungagung meninggal dunia di tanah suci. Selain faktor usia, cuaca ekstrem yang terjadi selama pelaksanaan ibadah haji diduga menjadi penyebabnya.
Jemaah Haji asal Tulungagung ini dijadwalkan pulang mulai 18 Juli mendatang. Kedatangan jemaah ini sesuai dengan kloter pemberangkatan.
Baca Juga: Imigrasi Siapkan Corridor Gate, Jemaah Haji Surabaya Langsung Pulang
Kasi PHU Kemenag Kabupaten Tulungagung, Suryani mengatakan, total terdapat 1.194 jamaah haji asal Tulungagung yang menunaikan ibadah tahun ini. Tidak semua jemaah berangkat bersama-sama.
Beberapa jemaah harus berangkat dengan kloter dari daerah lain. Hal ini yang membuat jadwal kedatangan jemaah di Tulungagung tidak sama.
"Rencana kedatangan jemaah ada 4 gelombang, ada yang tanggal 18 dan 19 Juli ada juga yang 1 dan 3 Agustus, " ujarnya, Jumat (14/07/2023).
Hingga saat ini terdapat 8 jemaah yang meninggal dunia. Mereka terdiri dari 7 jemaah perempuan dan 1 jemaah laki-laki. Satu jemaah meninggal di rumah sakit dan sisanya di hotel tempat menginap. Jumlah jamaah haji yang meninggal ini lebih banyak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Baca Juga: Berangkatkan Jemaah Haji, Plt Bupati Tulungagung Menitip Doa
Suryani memprediksikan, kondisi ini dipengaruhi oleh faktor usia mengingat sebagian besar jamaah haji adalah lansia, selain itu cuaca ekstrim yang terjadi di tanah suci juga menjadi penyebabnya.
"Karena kemungkinan sudah lansia dan cuacanya memang ekstrim, total se Jawa Timur itu ada ratusan," tuturnya.
Bagi ahli waris jamaah haji yang meninggal ini bisa mengurus asuransi kematian yang nilainya mencapai RP 55 juta. Asuransi ini bisa diproses oleh ahli warisnya, setelah mengumpulkan syarat berkas yang nantinya akan disampaikan.
Baca Juga: Imigrasi Surabaya Gagalkan 18 Calon Haji Ilegal Modus Liburan
"Nilainya mencapai Rp 55 juta nanti bisa diurus oleh ahli warisnya," pungkasnya.
Editor : Endang Pergiwati