Minggu, 14 Jun 2026 23:04 WIB

Mas Dhito Tinjau Progres Bandara Kediri Bareng Menhub, Prediksi Selesai Akhir 2023

Mas Dhito (kanan) meninjau progres Bandara Kediri bareng Menhub Budi Karya. (Foto: Humas Pemkab Kediri/jatimnow.com)
Mas Dhito (kanan) meninjau progres Bandara Kediri bareng Menhub Budi Karya. (Foto: Humas Pemkab Kediri/jatimnow.com)

jatimnow.com - Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana meninjau perkembangan proyek pembangunan Bandara Dhoho Kediri, bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Jumat (14/7/2023).

Saat ini progres Bandara Dhoho Kediri diketahui sudah mencapai 90 persen. Diperkirakan akan selesai dan beroperasi akhir 2023 mendatang.

Baca Juga: Kak Cicha Buka Pesta Siaga Pramuka di Taman Wisata Ubalan Kediri

Melihat perkembangan pembangunan bandara, Mas Dhito menyebut yang masih menjadi catatan saat ini adalah terkait konektivitas antar wilayah pendukung bandara.

Konektivitas yang dimaksud yakni terkait jalan tol. Pembangunan tol Kertosono-Kediri, lanjut Mas Dhito, tengah dalam proses pembebasan lahan.

"Begitu pula tol Kediri-Tulungagung ini kita juga terus kebut bersama SKA Toll, karena konektivitas ini sangat penting sekali," tegas Mas Dhito.

Jalan tol Kertosono-Kediri nantinya akan melewati 21 desa, lima di antaranya berada di Kabupaten  Kediri. Sedang, tol Kediri-Tulungagung melewati 23 desa di Kabupaten Kediri.

Demi kelancaran proses pembebasan lahan untuk jalan tol itu, Pemerintah Kabupaten Kediri terus mengintensifkan kegiatan sosialisasi tak terkecuali kepada pemerintah desa terdampak.

Selain itu, dengan panjang runway 3.300 meter dan mampu untuk mendarat pesawat berbadan besar, Mas Dhito berharap nantinya menjadi bandara yang juga bisa melayani penerbangan ibadah haji dan umroh.

"Harapan pak menteri sama dengan harapan kami semua, semangatnya sama karena bandara ini nanti diperuntukkan untuk umroh dan embarkasi haji, maka kita mulai untuk umroh dulu," kata Mas Dhito itu.

Baca Juga: Mas Dhito Pastikan Pengerjaan Atap Stadion Gelora Daha Jayati Selesai Tahun Ini

Mas Dhito menyebut untuk dijadikan sebagai tempat pemberangkatan jemaah haji ke Arab Saudi, masih perlu dipersiapkan asrama haji dan rumah sakit terdekat. Dua itu, menurut Mas Dhito telah disyaratkan oleh pihak Arab Saudi.

"Ini perlahan-lahan dan secara progresif kita akan lakukan itu," tandasnya.

Sementara itu, progres pembangunan bandara secara keseluruhan telah mencapai 90 persen. Melihat progres bandara, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memperkirakan akhir tahun 2023 Bandara Dhoho Kediri sudah bisa beroperasi.

Untuk melayani penerbangan haji dan umroh, lanjut Menhub, masih harus berkordinasi dengan General Authority of Civil Aviation (GACA) Arab Saudi. Bila izin itu sudah dikantongi, penerbangan untuk haji dan umroh baru bisa dilakukan dari Bandara Dhoho Kediri.

Untuk pelayanan penerbangan haji, selain asrama haji dan rumah sakit sebagaimana disebutkan Mas Dhito, Kementerian Perhubungan meminta dukungan pemerintah daerah dalam penyiapan fasilitas penunjang seperti penginapan atau hotel di dekat bandara.

Baca Juga: Mas Dhito Segera Rehab Puskesmas Tiron Kediri yang Terbakar

Menyinggung soal konektivitas antar wilayah, disampaikan bahwa pembangunan jalan tol tersebut masuk dalam proyek strategis nasional (PSN) melalui mekanisme kerjasama pemerintah dan badan usaha (KPBU).

"Bandara ini dengan akses yang ada sudah cukup memberikan competitiveness (daya saing) dibandingkan dengan bandara-bandara lain," terangnya.

Disampaikan, terdapat tujuh kabupaten/kota yang berada di sekitar Bandara Dhoho Kediri. Sedang, jarak tempuh untuk mencapai Surabaya ataupun Malang setidaknya dibutuhkan waktu sekitar tiga jam.

"Saya tidak khawatir, walaupun dengan aksesibilitas yang ada sekarang ini sudah bisa hidup, tetapi dengan rencana jalan tol yang merupakan proyek PSN Kediri akan menjadi tumpuan baru (episentrum baru di Jawa Timur)" tandasnya.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.