Sabtu, 20 Jun 2026 03:42 WIB

Melukis dengan Ampas Kopi Jadi Cara Healing Terbaik Polisi di Kediri ini

AKP Bowo Wicaksono saat melukis di rumah singgahnya. (Foto : Yanuar Dedy/jatimnow.com)
AKP Bowo Wicaksono saat melukis di rumah singgahnya. (Foto : Yanuar Dedy/jatimnow.com)

jatimnow.com - Sorot matanya tajam tertuju pada kanvas putih di depannya. Sesekali ia menunduk mengoles kuas di tangan kanannya dengan ampas kopi, lalu menyapukannya searah dengan sketsa yang ia buat.

Ya, di teras omah gebyok, rumah singgahnya di Desa Tegowangi, Kabupaten Kediri ini, Bowo Wicaksono sering menghabiskan waktu luangnya untuk sekadar melukis. Bagi perwira pertama tingkat tiga di kepolisian itu, melukis adalah cara terbaik untuk sejenak beristirahat dari rutinitas harian yang padat sebagai polisi.

Baca Juga: Ponpes Al Falah Kediri Ditetapkan Tuan Rumah Munas Alim Ulama dan Konbes NU

“Ya, ini cara saya untuk healing. Kadang pas istirahat kerja atau hari libur,” kata Kapolsek Pare ini, Rabu (5/7/2023).

Meski lebih rumit dari lukisan pada umumnya yang menggunakan cat atau crayon, Bowo menyukai cara ini. Mula-mula dia membuat sketsa sebelum menyapukannya dengan ampas sisa kopi yang diminumnya.

Gaya lukisan Bowo adalah realis dengan obyek manusia. Semua dibuatnya hampir sempurna dengan ketaletanannya. Ada wajah Kapolres Kediri AKBP Agung Setyo Nugroho, dan beberapa wajah rekan atau keluarganya yang kadang memintanya secara gratis.

“Saya memang tidak mengomersilkannya. Siapapun yang meminta untuk dilukis saya lukis. Mereka senang, buat saya sudah sangat cukup. Lebih dari kebahagiaan buat saya, karena ini hanya hiburan,” jelasnya.

Bowo meluangkan waktunya ini saat istirahat atau sepulang kerja. Tak jarang hari libur minggu ia habiskan di sini, di rumah yang langsung berhadapan dengan sawah tersebut.

Baca Juga: Razia Gabungan di Lapas Kediri, Petugas Amankan Barang Terlarang

Dalam cerita lain, Bowo juga pernah menghadiahkan lukisan ini untuk rekan TNI yang purna tugas. Bowo sangat senang karena saat itu lukisannya diapresiasi.

“Dulu pernah ada rekan dari TNI waktu saya masih bertugas di Polsek Puncu, malam saya dihubungi besok ada upacara purna tugas. Saya bingung mau ngasih kenang-kenangan apa, akhirnya saya belikan kanfas kecil saya lukis wajahnya, beliau-beliau senang. Saya juga sangat senang. Sesedarhana itu,” cerita Bowo.

Sejak kecil Bowo memang sudah memiliki hobi di dunia seni. Tidak hanya melukis, dia juga piawai dalam membuat wayang dan menjadi dalang.

Baca Juga: Khofifah Komitmen Jatim Garda Terdepan Penguatan Industri Gula Nasional

Dirinya menyalurkan bakat tersebut untuk menunjang tugas-tugas kepolisian. Bowo kerap memberikan sosialiasasi, baik itu soal lalu lintas, bahaya narkoba atau apapun ke masyarakat khususnya anak-anak dengan wayangnya tersebut.

 

 

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.