Selasa, 23 Jun 2026 02:51 WIB

20 Pukulan Tangan Kosong Tersangka Habisi Nyawa Korban Pembunuhan di Ngantru Tulungagung

Polisi saat merilis kasus pembunuhan di Ngantru Tulungagung. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Polisi saat merilis kasus pembunuhan di Ngantru Tulungagung. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pelaku pembunuhan pasutri warga Desa/Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung, Edi Purwanto (44) menghabisi korban dengan tangan kosong.

Pelaku memukul rahang dan wajah korban berkali-kali hingga tewas. Setelah tewas, korban Suharno (57) diikat tangan dan kakinya menggunakan tali karet. Tersangka selajutnya membunuh Ning Nur Rahayu (49) yang saat itu mencari keberadaan suaminya.

Baca Juga: Harga BBM Naik, Anggaran Operasional Bus Sekolah di Tulungagung Membengkak

Kapolres Tulungagung, AKBP Eko Hartanto mengatakan setelah niatnya menagih utang kepada korban tak berhasil, tersangka lalu berpamitan pulang.

Saat keduanya berdiri, tersangka langsung melayangkan pukulan dan mengenai rahang Suharno hingga terjatuh tak sadarkan diri. Melihat hal tersebut tersangka sempat ketakutan dan terduduk.

Tak berapa lama korban ternyata masih bergerak dan tersangka langsung emosi. Tersangka memukul wajah korban berulang kali sehingga bagian kepalanya membentur lantai.

"Jumlah pukulan lebih dari 20 kali dengan kekuatan penuh," ujarnya, Senin (3/7/2023).

Setelah korban tewas, tersangka lalu mengikat tangan dan kaki korban dengan tali karet. Tali ini dibawa tersangka untuk mengikat ayam yang dibawanya.

Setelah itu tersangka juga memasukkan potongan sandal ke mulut korban dan diikat dengan lakban. Dari pengakuannya, potongan sandal ini juga dibawa pelaku untuk menutup taji ayam.

Baca Juga: Permudah Pengurusan e-KTP, Dispendukcapil Tulungagung Jemput Bola ke Sekolah

"Tali karet dan potongan sandal ini dibawa tersangka untuk mengikat ayam yang dibawanya, awalnya tersangka datang untuk menyerahkan ayam kepada korban," terangnya.

Tak berapa lama, Ning Nur Rahayu datang untuk mencari keberadaan korban. Saat memanggil korban, tersangka membuka pintu ruang karaoke dan mengatakan korban sedang tidur.

Ning lalu masuk dan menghidupkan saklar lampu. Korban kaget melihat suaminya tewas bersimbah darah. Mengetahui hal tersebut tersangka langsung memukul wajah korban hingga terjatuh.

Tersangka lalu melilitkan kabel mikrophone ke leher korban hingga kabel tersebut putus. Setelah putus tersangka terus melilitkan kabel ke leher hingga korban meninggal tak bisa bernafas.

Baca Juga: Serapan Gabah Tinggi, Gudang Bulog Tulungagung Penuh

"Tersangka mengikat leher korban menggunakan kabel mikrophone dengan tujuan mencekik korban hingga meninggal dunia," ungkapnya.

Pengakuan tersangka ini sesuai dengan hasil autopsi yang dilakukan beberapa hari lalu. Korban laki-laki meninggal karena pukulan benda tumpul dan pendarahan di otak. Sedangkan korban perempuan meninggal karena kehabisan oksigen.

Akibat perbuatannya ini, tersangka dikenakan dengan Pasal 338 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara.

"Tersangka menyerahkan diri ke polisi setelah tahu bahwa dirinya menjadi buron," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.